September 26, 2026

Kapolres Tolikara Hadir dalam Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Perkuat Komitmen Pelestarian Alam di Tolikara

Compress_20260605_221006_6445

Tolikara (Karubaga), Papua Pegunungan, MPB – Pemerintah Kabupaten Tolikara memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia Tahun 2026 dengan menggelar kegiatan yang berlangsung di Lapangan Merah Putih, Distrik Karubaga, Jumat (5/6/2026). Mengusung tema “Saatnya Bekerja untuk Iklim” dan subtema “Tolikara Hijau dan Tangguh Iklim Bergerak Bersama Menjaga Hutan, Air, Satwa dan Kehidupan”, kegiatan ini menjadi momentum penting untuk mengajak seluruh elemen masyarakat meningkatkan kepedulian terhadap kelestarian lingkungan.

Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 12.04 WIT hingga 13.00 WIT tersebut dihadiri oleh unsur Forkopimda, pemerintah daerah, tokoh agama, tokoh adat, serta jajaran Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Tolikara.

Tampak hadir Kapolres Tolikara Kompol Roberth Hitipeuw, S.H., M.H., Dandim 1716/Tolikara Letkol Inf. Derek S. Rumbino, Ketua TP-PKK Kabupaten Tolikara Ny. Elisabeth Y. Flassy, S.E., M.M., Asisten III Setda Kabupaten Tolikara Adi Wibowo, S.H., Kepala Dinas Lingkungan Hidup dr. Demus Kogoya, M.Kes., Kepala Dinas Sosial Andrus Kogoya, S.Sos., Kepala Kementerian Agama Kabupaten Tolikara Mikhel Dandirwalu, S.Th., M.M., Ketua LMA Kabupaten Tolikara Demi Kogoya, serta tokoh agama Pdt. Agus Kogoya.

Acara diawali dengan doa pembukaan yang dipimpin oleh Pdt. Agus Kogoya, kemudian dilanjutkan dengan sambutan dari Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Tolikara, dr. Demus Kogoya, M.Kes.

Dalam sambutannya, dr. Demus menegaskan pentingnya kesadaran bersama dalam menjaga alam sebagai anugerah Tuhan yang harus dilestarikan untuk keberlangsungan hidup generasi mendatang.

“Tuhan telah menciptakan alam beserta seluruh isinya untuk manusia. Karena itu saya mengajak seluruh masyarakat untuk bergerak bersama menjaga lingkungan hidup. Hutan adalah sumber oksigen dan kehidupan, sehingga penebangan pohon yang tidak terkendali harus menjadi perhatian bersama,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan keprihatinannya terhadap masih tingginya aktivitas penebangan pohon tanpa memperhatikan aspek keberlanjutan. Untuk itu, Dinas Lingkungan Hidup berencana memperkuat pengawasan hutan melalui kerja sama dengan pihak kepolisian serta penyusunan aturan terkait perizinan penebangan pohon.

“Kami akan berkoordinasi dengan aparat keamanan untuk menjaga kelestarian hutan dan mendorong adanya aturan yang mengatur perizinan penebangan pohon. Setiap pohon yang ditebang harus diimbangi dengan penanaman kembali agar keseimbangan alam tetap terjaga,” tegasnya.

Selain itu, ia mengingatkan pentingnya menjaga kebersihan sungai dan melindungi satwa yang hidup di kawasan hutan Tolikara.

“Air harus dijaga dari pencemaran sampah, dan satwa harus dilindungi. Semua itu pada akhirnya akan memberikan manfaat bagi kehidupan manusia sendiri. Lingkungan yang bersih akan menciptakan masyarakat yang sehat,” tambahnya.

Sebagai bentuk dukungan terhadap pengelolaan kebersihan lingkungan, Pemerintah Kabupaten Tolikara juga telah menyediakan armada pengangkut sampah guna membantu masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan.

Sementara itu, Bupati Tolikara yang berhalangan hadir diwakili oleh Asisten III Setda Kabupaten Tolikara, Adi Wibowo, S.H. Dalam sambutannya, ia menyampaikan pesan Bupati mengenai pentingnya menjaga keseimbangan antara pembangunan dan pelestarian lingkungan.

“Lingkungan hidup merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan manusia. Hutan telah memberikan banyak manfaat, mulai dari sumber pangan, bahan bangunan, obat-obatan hingga penghasil oksigen yang menopang kehidupan,” katanya.

Ia mengungkapkan bahwa kondisi lingkungan di Tolikara saat ini perlu menjadi perhatian bersama karena semakin berkurangnya pohon-pohon besar yang dahulu banyak tumbuh di sepanjang jalan.

“Saat ini kita sudah jarang melihat pohon-pohon besar di pinggir jalan karena banyak yang telah ditebang. Jika tidak diimbangi dengan penanaman kembali, maka risiko bencana seperti longsor akan semakin besar. Ini adalah tanggung jawab kita bersama demi masa depan anak cucu kita,” ujarnya.

Adi Wibowo juga mendorong Dinas Lingkungan Hidup untuk mengembangkan program penghijauan di kawasan tebing jalan maupun bantaran sungai sebagai langkah mitigasi bencana sekaligus menjaga keindahan lingkungan.
Pada kesempatan tersebut, Kapolres Tolikara Kompol Roberth Hitipeuw, S.H., M.H., menyampaikan bahwa menjaga kelestarian lingkungan merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan sinergi seluruh elemen masyarakat. Menurutnya, isu lingkungan tidak hanya berkaitan dengan keberlangsungan alam, tetapi juga berpengaruh terhadap keamanan, kesehatan, dan kesejahteraan masyarakat.

“Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia ini menjadi momentum untuk meningkatkan kesadaran bersama dalam menjaga alam yang telah Tuhan anugerahkan kepada kita. Hutan, sungai, dan seluruh ekosistem di Kabupaten Tolikara harus dijaga dan dilestarikan demi keberlangsungan hidup generasi yang akan datang,” ujar Kapolres.

Kompol Roberth Hitipeuw menegaskan bahwa Polres Tolikara siap mendukung upaya pemerintah daerah dalam menjaga kelestarian lingkungan, termasuk mencegah penebangan liar, perusakan hutan, maupun tindakan lain yang dapat merusak ekosistem.

“Polri siap bersinergi dengan pemerintah daerah, tokoh adat, tokoh agama, dan seluruh masyarakat untuk menjaga kelestarian lingkungan. Mari kita mulai dari hal-hal sederhana seperti menjaga kebersihan, tidak membuang sampah sembarangan, serta ikut menanam dan merawat pohon sebagai investasi bagi masa depan Tolikara yang hijau, sehat, dan aman,” tegasnya.

Kapolres juga mengajak seluruh masyarakat untuk menjadikan kepedulian terhadap lingkungan sebagai budaya dalam kehidupan sehari-hari. Menurutnya, keberhasilan menjaga lingkungan tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja, melainkan membutuhkan partisipasi aktif seluruh masyarakat secara berkelanjutan.

Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan yel-yel lingkungan hidup yang diikuti seluruh peserta sebagai bentuk komitmen bersama dalam menjaga alam Tolikara.

Pada kesempatan tersebut juga turut dilakukan penyerahan satu unit mobil truk dan satu unit kendaraan roda tiga dari Pemerintah Kabupaten Tolikara kepada Dinas Lingkungan Hidup sebagai sarana pendukung pengelolaan kebersihan. Selain itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup menyerahkan satu unit mesin babat kepada Ketua LMA Kabupaten Tolikara untuk mendukung kegiatan pemeliharaan lingkungan.

Sebagai simbol kepedulian terhadap pelestarian alam, seluruh tamu undangan bersama-sama melakukan penanaman bibit pohon di area Lapangan Merah Putih. Kegiatan ini menjadi pesan nyata bahwa menjaga lingkungan tidak cukup hanya melalui seruan, tetapi harus diwujudkan melalui tindakan konkret.

Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia Tahun 2026 di Kabupaten Tolikara berakhir pada pukul 13.00 WIT dalam keadaan aman, tertib, dan kondusif. Melalui momentum ini, Pemerintah Kabupaten Tolikara berharap kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga hutan, air, satwa, dan kebersihan lingkungan semakin meningkat sehingga tercipta Tolikara yang hijau, sehat, dan tangguh menghadapi perubahan iklim.

“Saatnya bekerja untuk iklim bukan sekadar slogan, melainkan panggilan bagi seluruh masyarakat untuk mengambil peran nyata dalam menjaga bumi demi masa depan yang lebih baik.”

Penulis : Ardi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *