September 25, 2026

Hari Lahir Pancasila: Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia

IMG-20260601-WA0049

TOBA — Senin 1 Juni 2026 putrabhayangkara id

Peringatan Hari Lahir Pancasila tahun 2026 di Kabupaten Toba bukan sekadar seremoni tahunan. Di tengah dunia yang terus dilanda konflik geopolitik, krisis kemanusiaan, hingga ancaman perpecahan sosial akibat derasnya arus informasi digital, Pancasila kembali ditegaskan sebagai kekuatan pemersatu bangsa sekaligus fondasi penting bagi terciptanya perdamaian dunia.

Pemerintah Kabupaten Toba menggelar upacara peringatan Hari Lahir Pancasila di halaman Kantor Bupati Toba, Senin (1/6/2026). Upacara berlangsung khidmat dan diikuti jajaran Forkopimda, ASN, TNI-Polri, Ketua TP PKK Kabupaten Toba, Staf Ahli TP PKK, tokoh masyarakat, organisasi kepemudaan, organisasi masyarakat, hingga para pelajar.

Bupati Toba, Effendi Sintong P. Napitupulu, bertindak sebagai Inspektur Upacara dan membacakan pidato Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila Republik Indonesia, Yudian Wahyudi.

Dalam pidato tersebut ditegaskan bahwa tema Hari Lahir Pancasila tahun ini, “Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia”, bukan sekadar slogan, melainkan penegasan bahwa nilai-nilai luhur Pancasila tetap relevan menghadapi tantangan global yang semakin kompleks.

Pancasila disebut sebagai “Bintang Penuntun” yang telah membuktikan ketangguhannya dalam menjaga Indonesia tetap berdiri kokoh di tengah keberagaman. Dengan lebih dari 17 ribu pulau dan ratusan kelompok etnis, Indonesia dinilai berhasil menunjukkan kepada dunia bahwa perbedaan bukanlah ancaman, melainkan kekuatan bangsa.

Pidato tersebut juga menyoroti posisi Indonesia dalam percaturan internasional. Indonesia ditegaskan bukan hanya menjadi penonton dalam dinamika dunia, tetapi memiliki tanggung jawab konstitusional untuk ikut menjaga ketertiban dunia berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial sebagaimana amanat Undang-Undang Dasar 1945.

Nilai musyawarah dan mufakat yang menjadi roh Pancasila dinilai sangat relevan dalam situasi global saat ini. Ketika banyak negara menghadapi polarisasi politik dan konflik berkepanjangan, Indonesia justru menawarkan pendekatan dialog, toleransi, dan kemanusiaan sebagai jalan penyelesaian.

Kontribusi Indonesia melalui pasukan perdamaian di bawah bendera Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), keterlibatan dalam mediasi konflik regional, hingga konsistensi memperjuangkan keadilan bagi bangsa-bangsa terjajah disebut sebagai wujud nyata pengamalan sila kedua Pancasila, yakni Kemanusiaan yang Adil dan Beradab.

Tak hanya berbicara soal hubungan internasional, pidato tersebut juga menjadi pengingat keras bagi seluruh elemen bangsa agar tidak kehilangan arah moral di tengah pesatnya perkembangan ekonomi dan teknologi.

Generasi muda secara khusus diajak menjadikan Pancasila sebagai “living ideology” atau ideologi yang hidup dalam praktik keseharian, bukan sekadar simbol di dinding kantor maupun hafalan dalam buku pelajaran.

Kepala daerah dan para pemangku kebijakan juga diingatkan agar setiap kebijakan publik benar-benar berpihak kepada rakyat kecil, menjunjung keadilan sosial, serta tidak membiarkan adanya kelompok masyarakat yang merasa ditinggalkan.

Pesan tersebut menjadi penting di tengah tantangan intoleransi, radikalisme, dan meningkatnya polarisasi sosial yang berpotensi menggerus harmonisasi kebangsaan. Pancasila ditegaskan harus tetap menjadi jangkar moral bangsa dalam menghadapi berbagai turbulensi global, termasuk disrupsi teknologi dan dinamika geopolitik internasional.

Melalui peringatan Hari Lahir Pancasila ini, Pemerintah Kabupaten Toba menegaskan kembali komitmen untuk menjaga nilai persatuan, toleransi, dan kemanusiaan dalam kehidupan bermasyarakat.

Semangat Pancasila diharapkan tidak berhenti di lapangan upacara, tetapi benar-benar hidup dalam pelayanan publik, pendidikan, kehidupan sosial, hingga cara masyarakat menyikapi perbedaan.

Karena pada akhirnya, kekuatan Indonesia bukan hanya terletak pada sumber daya alam atau pembangunan fisik, melainkan pada kemampuannya menjaga persatuan di tengah keberagaman.

Selamat Hari Lahir Pancasila 2026.
Jayalah Indonesiaku.
Merdeka!

Diterbitkan Media Putra Bhayangkara ID ( Jonaer Silaban )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *