Perempuan Papua Tengah Gaungkan Nilai Pancasila
Nabire, 1 Juni 2026 — Dalam rangka memperingati Hari Lahir Pancasila, organisasi Persatuan Perempuan Nusantara Papua Tengah bersama Perwira (Perkumpulan Wanita Wirausaha Indonesia) menggelar diskusi publik di Aula RRI Nabire, Senin (1/6/2026).
Kegiatan ini menjadi ruang bersama bagi perempuan dari berbagai latar belakang suku, budaya, dan bahasa di Papua Tengah untuk memperkuat kembali pemahaman terhadap nilai-nilai luhur Pancasila dalam kehidupan sehari-hari, terutama di lingkungan keluarga dan masyarakat.
Ketua Persatuan Perempuan Nusantara Papua Tengah, Adriana Sahempa, mengatakan diskusi ini digelar karena para perempuan, khususnya para ibu, memiliki peran penting dalam menanamkan nilai Pancasila kepada anak-anak sejak dini.
Menurutnya, nilai-nilai Pancasila perlu terus dihidupkan di rumah, lingkungan bermain anak, hingga dalam kehidupan sosial masyarakat.
“Sebagai ibu, kami merasa perlu terus menyuarakan nilai-nilai luhur Pancasila dalam kehidupan keluarga dan anak-anak kami. Karena kami melihat dari hari ke hari nilai-nilai itu mulai terkikis. Melalui diskusi publik ini kami berharap mendapat banyak masukan tentang apa yang bisa dilakukan bersama untuk menjaga Pancasila tetap hidup dalam kehidupan bermasyarakat,” ujarnya.
Adriana menegaskan, keberagaman yang ada di Papua Tengah bukanlah alasan untuk terpecah belah, melainkan kekuatan yang harus dirawat bersama. Ia menyebut perempuan Papua Tengah memiliki komitmen untuk terus menjaga persatuan di tengah perbedaan.
“Kami tidak memandang perbedaan suku, bangsa, bahasa, dan budaya sebagai pemisah. Justru keberagaman itu adalah keindahan. Dari keberagaman ini kami bertekad untuk terus bergandengan tangan, saling mencintai, saling menghormati, dan bersama mendukung program pemerintah di Papua Tengah,” katanya.
Dalam diskusi tersebut juga lahir sejumlah poin rekomendasi yang akan disampaikan kepada pihak terkait, terutama di bidang pendidikan. Salah satu usulan yang mengemuka adalah perlunya penguatan kembali pendidikan moral Pancasila di lingkungan sekolah melalui kurikulum yang lebih menekankan pembentukan karakter dan nilai kebangsaan.
Selain diskusi publik, panitia juga memberikan apresiasi kepada peserta melalui penilaian busana adat terbaik serta penghargaan bagi peserta yang aktif bertanya maupun menyampaikan pendapat selama kegiatan berlangsung. Para peserta yang hadir juga menerima bingkisan sebagai bentuk perhatian dan dukungan kepada perempuan di Papua Tengah.
Kegiatan berlangsung hangat dan penuh semangat kebersamaan, mencerminkan tekad perempuan Papua Tengah untuk terus menjaga persatuan, merawat keberagaman, dan menanamkan nilai-nilai Pancasila kepada generasi penerus bangsa.
MPB ABIRAYANTI
