September 25, 2026

Tur Album “Lahir untuk Jadi Pemenang”: Lawang Pitu Gandeng Eet Sjahranie, Sapa Ribuan Penggemar di Wonosobo dan Purbalingga

IMG-20260530-WA0035

JAWA TENGAH – Grup musik rock Lawang Pitu sukses menggelar tur promosi untuk album kedua mereka yang bertajuk “Lahir untuk Jadi Pemenang”, menyambangi lima kota utama di Jawa Tengah dalam rentang 15 hingga 22 Mei 2026. Rangkaian perjalanan musikal ini sekaligus menjadi momen istimewa untuk memperkenalkan formasi terbaru mereka kepada publik luas, pasca dibentuk di ACC Studio Bekasi pada 1 Februari 2022 silam.

Jejak langkah Lawang Pitu dalam tur ini meliputi Pemalang, Pekalongan, Semarang, Wonosobo, hingga Purbalingga—daerah-daerah yang merupakan markas dan basis setia komunitas penggemar mereka yang dikenal dengan sebutan Bolo7, yang selalu menyemangati dengan yel-yel khas: “Bolo7… Aku bolo mu”.

Perjalanan berkarir Lawang Pitu sejatinya diawali dengan barisan personel legendaris: Doddy Katamsi (Elpamas, SYL, Kantata) di vokal, Tommy Karmawan (Garux) pada gitar utama, Sadtriyo Atmojo (Junior-Koes Plus) mengisi gitar ritme, Arif Rahman memegang kendali drum, dan ACC pada posisi bass. Seiring berjalannya waktu, komposisi personel mengalami perubahan. Doddy Katamsi harus mengundurkan diri karena alasan kesehatan, sementara Tommy Karmawan memilih fokus mengelola galeri seni lukis serta kembali berkarier bersama band lamanya.

Kini, Lawang Pitu tampil dengan kekuatan baru yang tak kalah tangguh: Trison Manurung (ROXX, eks-Edane) sebagai vokalis berkarakter, Jibonez memegang gitar utama, didampingi oleh Sadtriyo Atmojo, Arif Rahman, dan ACC yang masih setia menjaga posisi masing-masing. Di bawah formasi baru ini, visi mereka tetap teguh: menghadirkan karya musik rock yang tidak hanya menghentak, namun juga luwes dan dapat diterima oleh selera masyarakat luas. Lirik-lirik yang diusung terasa dekat dan lugas, mengangkat tema percintaan yang mendalam, keindahan alam Nusantara, hingga dinamika kehidupan sehari-hari.

Melalui album kedua ini, Lawang Pitu menyajikan nuansa yang lebih segar dan berbeda. “Lagu-lagu dalam Lahir untuk Jadi Pemenang lebih banyak menyingkap sisi lain dari perjalanan dan kehidupan para pemusik rock. Kami berharap karya ini mampu membawa angin segar bagi peta industri musik Indonesia,” ungkap pihak manajemen dalam keterangan tertulisnya, Jumat (23 Mei 2026).

Album ini memuat 10 lagu pilihan yang sarat makna, yaitu: Kuwa Kuwi, Intoleransi, Ilusi, Jaya Indonesia Ku, Instink, Nurani, Debat Kusir, Lahir untuk Jadi Pemenang, Terang Yang Abadi, dan Serpihan Surga.

Rangkaian tur ini dimulai dengan kemeriahan di Buzz KTV Pemalang (15 Mei), berlanjut ke Red Box Pekalongan (16 Mei), dan Kopi Revolusi Semarang (17 Mei). Puncak keistimewaan terasa saat rombongan tiba di Sanera Coffee Wonosobo (21 Mei) dan diakhiri dengan apik di Kantor Kopi Purbalingga (22 Mei). Di dua kota terakhir ini, Lawang Pitu menghadirkan kolaborasi spesial dengan gitaris legendaris Eet Sjahranie, yang membuat suasana panggung semakin panas dan berkesan.

Di setiap kota yang disinggahi, antusiasme penonton dan para anggota Bolo7 terasa luar biasa tinggi. Sorak sorai dan dukungan hangat menyertai setiap nada yang dimainkan. “Kami sangat bersyukur seluruh rangkaian tur promosi ini dapat berjalan lancar dan diterima dengan sangat hangat oleh masyarakat. Ada banyak momen unik dan kenangan indah yang terukir sepanjang perjalanan ini,” tutur perwakilan manajemen Lawang Pitu dengan penuh rasa syukur.

Melalui album “Lahir untuk Jadi Pemenang”, Lawang Pitu ingin menyampaikan pesan mendalam bagi seluruh pencinta musik rock di Tanah Air: semoga karya ini dapat menjadi inspirasi untuk terus berjuang, tidak pernah menyerah, dan memberikan yang terbaik bagi diri sendiri, bagi orang yang dicintai, dan bagi Indonesia yang lebih maju.

(Red/Armadi Allex)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *