Aksi Long March Masyarakat di Nabire Berlangsung Damai, Tiga Pilar Keamanan Kawal Aspirasi HAM
NABIRE Putrabhayangkara.id– Ratusan mahasiswa di wilayah Provinsi Papua Tengah menggelar aksi unjuk rasa dalam bentuk long march di kantor DPRP pada Senin, 27 April 2026. Dalam aksi tersebut, massa menyuarakan aspirasi terkait penegakan Hak Asasi Manusia (HAM) di tanah Papua. Para peserta aksi berjalan dengan tertib sambil membawa spanduk dan pamflet yang mendesak pemerintah agar memberikan perhatian serius terhadap perlindungan hak-hak dasar masyarakat di wilayah tersebut.
Pemandangan menarik terlihat di sepanjang rute unjuk rasa, di mana aksi ini berjalan dengan sangat aman tanpa ada indikasi tindakan anarkis. Para mahasiswa tampak sangat kooperatif dalam mengikuti arahan petugas di lapangan, sehingga aktivitas masyarakat umum di sekitar lokasi tetap berjalan normal. Kelancaran aksi ini menunjukkan kedewasaan dalam berdemokrasi dan menyampaikan pendapat di muka umum secara bermartabat.
Keamanan yang kondusif ini tidak lepas dari sinergi kuat tiga institusi keamanan yang turun langsung ke lapangan. Kapolres Nabire, AKBP Samuel D. Tatiratu, S.I.K., memimpin pengamanan bersama Dandim 1705 Nabire, Letkol Arh Dwi Palwanto, dan Danlanal Nabire, Letkol Laut (P) Mario Marco Wainarisi, S.T., M.Tr.Opsla. Kehadiran ketiga pucuk pimpinan TNI-Polri ini menjadi bukti nyata keseriusan aparat dalam menjamin hak masyarakat untuk bersuara.
Sinergi antara Polri, TNI Angkatan Darat, dan TNI Angkatan Laut dalam mengawal aksi ini mendapat apresiasi dari berbagai pihak. Meskipun berasal dari tiga institusi berbeda, koordinasi yang solid antara Kapolres, Dandim, dan Danlanal mampu menciptakan suasana yang sejuk dan humanis. Pendekatan persuasif yang diterapkan oleh para personel di lapangan berhasil meredam potensi ketegangan selama jalannya orasi.
Aksi yang berakhir pada sore hari tersebut ditutup dengan penyampaian poin-poin tuntutan secara tertib sebelum massa membubarkan diri. Pihak keamanan memastikan bahwa seluruh peserta kembali ke titik awal dengan selamat. Kondisi aman di Nabire hari ini diharapkan terus terjaga, membuktikan bahwa penyampaian aspirasi politik dan HAM dapat berjalan beriringan dengan ketertiban umum di Provinsi Papua Tengah.
MPB ABIRA
