Kapolres Tolikara Hadiri dan Berikan Pengamanan Pada Perayaan HUT Ke – 69 Injil Masuk di Tolikara
Tolikara, Papua Pegunungan, MPB – Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-69 Injil Masuk di Kabupaten Tolikara berlangsung dengan penuh khidmat dan sukacita pada Selasa (14/4/2026). Kegiatan ibadah yang dipusatkan di Lapangan Merah Putih, Distrik Karubaga ini dihadiri sekitar 1.000 jemaat serta berbagai unsur pimpinan daerah, tokoh agama, dan masyarakat.
Acara yang mengusung tema “Warisan Iman yang Berbuah” (Mazmur 145:4–7) ini menjadi momentum refleksi perjalanan panjang pelayanan gereja di wilayah Tolikara selama hampir tujuh dekade.
Sejumlah pejabat dan tokoh hadir dalam kegiatan ini, di antaranya Bupati Tolikara Willem Wandik didampingi ibu Ketua TP-PKK, Kapolres Tolikara Kompol Roberth Hitipeuw, S.H.,M.H serta Dandim 1716/Tolikara Letkol Inf. Derek Serebi Rumbino. Hadir pula pimpinan dan tokoh gereja dari Gereja Injili Di Indonesia (GIDI) Wilayah Toli diantaranya Ketua GIDI Wilayah Toli Pdt. Yeremias Wandik, S.Th, Sekertaris GIDI Wilayah Toli Pdt. Aten Yikwa, S.Th., M.Th, Penasehat GIDI Wilayah Toli Pdt. Agus Kogoya, Para Pemimpin OPD Kabupaten Tolikara dan Para Gembala / Tokoh Agama GIDI lainnya.
Kegiatan Ibadah tersebut dimulai pukul 10.14 WIT dengan pujian, doa, serta pembacaan firman dari Lukas 10:1–20. Khotbah yang disampaikan oleh Luis Kogoya menekankan pentingnya kesiapan umat untuk menjadi “pekerja di ladang Tuhan” di tengah tantangan zaman.
Dalam pesannya, ia menyampaikan bahwa dunia saat ini membutuhkan lebih banyak pelayan yang bersedia diutus, bukan hanya yang mampu, tetapi yang mau taat dan berserah kepada Tuhan.
“Yesus tidak mencari orang hebat, tetapi orang yang mau dipakai. Kita diutus membawa damai sejahtera, bukan kekuatan dunia,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan bahwa pelayanan bukan soal kebesaran diri, melainkan tentang identitas sebagai anak-anak Allah yang telah menerima anugerah keselamatan.
Bupati Tolikara Willem Wandik dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas kontribusi gereja selama 69 tahun dalam membangun kehidupan sosial dan spiritual masyarakat.
“Gereja bukan hanya tempat ibadah, tetapi juga pusat pembinaan karakter, persaudaraan, dan pelayanan. GIDI telah menjadi pilar penting dalam menjaga nilai-nilai damai dan kebersamaan di Tolikara,” ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa pemerintah daerah akan terus mendukung peran gereja sebagai mitra strategis dalam pembangunan.
“Kami berharap di usia ke-69 ini, GIDI semakin solid, dewasa, dan terus berkontribusi dalam pembangunan daerah, baik di bidang rohani maupun sosial,” tambahnya.
Perayaan ditandai dengan pemotongan kue ulang tahun oleh tokoh gereja dan pemerintah sebagai simbol rasa syukur. Selain itu, kegiatan turut dimeriahkan dengan pembagian hadiah lomba olahraga seperti futsal dan voli yang melibatkan masyarakat.
Seluruh rangkaian kegiatan yang berlangsung hingga pukul 14.20 WIT dilaporkan berjalan dengan aman, tertib, dan kondusif. Kehadiran aparat keamanan turut memastikan jalannya acara tanpa gangguan.
Perayaan HUT ke-69 Injil Masuk di Tolikara bukan sekadar seremoni, tetapi menjadi pengingat akan pentingnya menjaga warisan iman, memperkuat persatuan, serta terus menghadirkan damai sejahtera di tengah masyarakat.
Momentum ini diharapkan menjadi titik awal baru bagi gereja dan seluruh elemen masyarakat untuk terus berjalan bersama dalam membangun Tolikara yang harmonis, beriman, dan sejahtera.
Penulis : Ardi
