Pengantaran Jenazah Bripda Juventus Edowai Dihadang, Aparat dan Keluarga Tetap Berhasil Tembus ke Deiyai
Moanemani, Putrabhayangkara.id – Proses pengantaran jenazah almarhum Bripda Juventus Edowai dari Kabupaten Dogiyai menuju Kabupaten Deiyai diwarnai insiden penghadangan oleh sekelompok pemuda, Rabu (1/4/2026). Aksi tersebut dilakukan dengan melempari batu, menghadang menggunakan kayu, hingga melepaskan panah ke arah rombongan di jalur Trans Nabire–Enarotali.
Rombongan pengantar jenazah dipimpin langsung oleh Kapolsek Kamuu, Yusuf Apiem, bersama 35 personel gabungan dari Polres Dogiyai dan Polres Deiyai. Mereka bertolak dari Mapolres Dogiyai sekitar pukul 15.00 WIT dengan pengawalan ketat guna memastikan jenazah dapat tiba dengan aman di kampung halaman.
Sepanjang perjalanan, tepatnya di wilayah Gunung Odedimi, Pintu Angin Mauwa, Distrik Kamuu Utara hingga Kampung Ugapuga, Distrik Kamuu Timur, rombongan menghadapi berbagai hambatan. Jalan yang dilalui dipenuhi batu dan kayu yang sengaja dipasang untuk menghalangi laju kendaraan.
Selain itu, kelompok pemuda juga melakukan aksi penyerangan berupa hujan panah yang mengarah ke rombongan. Meski berada dalam situasi berisiko tinggi, aparat bersama keluarga tetap berupaya membuka akses jalan secara manual dengan menyingkirkan berbagai penghalang yang ada.
Semangat dan tekad kuat dari aparat keamanan serta keluarga almarhum menjadi kunci keberhasilan perjalanan tersebut. Dengan penuh kewaspadaan, rombongan terus melanjutkan perjalanan demi menghormati almarhum dan memastikan prosesi pengantaran berjalan sebagaimana mestinya.
Akhirnya, jenazah Bripda Juventus Edowai tiba di rumah duka di Kampung Tenidagi, Distrik Tigi Barat, Kabupaten Deiyai, sekitar pukul 18.30 WIT dalam keadaan aman. Keberhasilan ini menjadi bukti kerja sama dan dedikasi aparat serta keluarga di tengah situasi yang penuh tantangan.
MPB ABIRA
