September 25, 2026

Belanja di Pasar Sinak, Cara Sunyi Membangun Kepercayaan di Tanah Papua

IMG-20260328-WA0006

Puncak, Papua Tengah — Aktivitas di Pasar Sinak, Kampung Gigobak, Sabtu (28/3/2026) pagi berlangsung seperti biasa. Mama-mama Papua duduk beralas tikar sederhana, menjajakan sayur-mayur, pinang, dan hasil kebun yang menjadi sumber penghidupan keluarga. Di tengah rutinitas itu, hadir sejumlah personel Operasi Damai Cartenz 2026 yang berbaur tanpa sekat, ikut berbelanja sambil menyapa para pedagang.

Kehadiran aparat dengan cara yang tidak formal ini menciptakan suasana berbeda di pasar. Mereka membeli dagangan warga, berbincang ringan, hingga mencoba mencairkan jarak yang selama ini terasa. Salah seorang mama penjual sayur mengaku baru kali ini merasakan interaksi seperti itu, meski tetap menjalankan aktivitasnya melayani pembeli lain.

Di sisi lain pasar, sejumlah anak tampak mengamati dari kejauhan. Saat personel membagikan makanan ringan, sebagian mulai mendekat dengan rasa penasaran, sementara yang lain masih memilih bertahan di dekat orang tua mereka. Pemandangan ini menggambarkan bahwa rasa aman mulai tumbuh, namun belum sepenuhnya terbangun.

Kepala Operasi Damai Cartenz 2026, Irjen Pol. Dr. Faizal Ramadhani, menyebut pendekatan langsung di tengah masyarakat menjadi langkah penting untuk membangun kedekatan. Senada, Wakil Kepala Operasi Kombes Pol. Adarma Sinaga menegaskan bahwa interaksi sederhana seperti ini membuka ruang komunikasi yang lebih hangat antara aparat dan warga.

Meski demikian, membangun kepercayaan bukanlah proses instan. Di Pasar Sinak, langkah kecil seperti membeli sayur dan menyapa menjadi simbol pendekatan yang perlahan dan penuh kehati-hatian. Dari interaksi sederhana itulah diharapkan tumbuh hubungan yang lebih terbuka dan kuat antara masyarakat dan aparat di tanah Papua.

MPB ABIRAYANTI

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *