September 25, 2026

Aksi Brimob Air Mata Berganti Peluh, Jembatan Merah Putih Salube Menghapus Trauma Masa Lalu

Compress_20260302_193204_4092

TERNATE,MPB.ID — Ingatan warga Desa Salube masih dihantui oleh siluet peti jenazah yang terombang-ambing di tengah luapan sungai pada Desember lalu. Kala itu, alam seolah tak berpihak, menghancurkan jembatan darurat dan memaksa warga bertaruh nyawa demi sebuah penghormatan terakhir bagi si mati.

Senin, (2/3/2026)

Kejadian pilu yang sempat viral di media sosial itu akhirnya mengetuk pintu kemanusiaan korps Brimob Polda Maluku Utara. Bukan sekadar janji, aksi nyata ditunjukkan dengan kehadiran 17 personel tangguh di bawah pimpinan IPDA Ikram Kadir pada akhir Januari 2026.

Kini, deru mesin dan dentuman palu menggantikan sunyinya duka di bantaran sungai Loloda Kepulauan. Jembatan beton permanen sepanjang 12 meter mulai berdiri tegak, menjanjikan keamanan yang selama ini hanya menjadi mimpi bagi warga setempat.

Pembangunan ini menjadi saksi bisu betapa kuatnya ikatan antara aparat dan rakyat yang bekerja tanpa sekat. Kades Salube, Sabri Duduaka, memantau langsung setiap progres pembangunan yang didanai dan dikerjakan bersama Brimob ini.

Pembangunan difokuskan pada pembuatan kerangka cor tiang jembatan serta pengumpulan papan kayu sebagai material, pendukung pasir, krikil dan semen maupun besi yang dimuat lewat kapal laut KM. Aksara 09 oleh bantuan anggota Brimob Polda malut,”* ungkap Sabri Duduaka dengan penuh syukur.

Sinergi ini terlihat nyata saat personel Brimob tidak canggung memikul material berat bersama pemuda desa. Mereka membuktikan bahwa seragam loreng bukan pembatas, melainkan perekat gotong royong di tanah Maluku Utara.

Kehadiran jembatan ini juga menjadi penawar luka bagi para pemuda desa yang sempat merasa ditinggalkan oleh keadaan. Bagi mereka, jembatan ini adalah simbol harga diri dan keselamatan yang sudah lama dinanti.

Tokoh pemuda, Waldi Hi. Rauf, S.Hi, menegaskan betapa berartinya proyek ini bagi masa depan generasi muda di Salube. Ia mengingat kembali betapa terpukulnya warga saat video evakuasi jenazah itu menjadi tontonan publik.

Kejadian jenazah yang harus menyeberangi banjir tempo hari adalah luka bagi kami. Tapi hari ini, kami melihat harapan baru. Kami para pemuda sangat mengapresiasi kehadiran Satbrimob Polda Malut. Jembatan Merah Putih Polri ini bukan sekadar beton, tapi urat nadi ekonomi dan akses keselamatan bagi warga Salube,”* ujar Waldi.

Harapannya, bangunan fisik ini segera tuntas sehingga roda ekonomi desa bisa berputar lebih kencang. Brimob Polda Maluku Utara telah menorehkan tinta emas pengabdian di Loloda Kepulauan, membawa senyum kembali ke wajah warga Salube.

(red zd mpb)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *