September 26, 2026

Markas KKB di Nabire Ditinggal Kabur, Ratusan Amunisi dan Puluhan HP Disita

Compress_20260302_135214_4448

Nabire, Papua Tengah — Senin, 2 Maret 2026 Aparat gabungan TNI-Polri bersama Satgas Rajawali dan Operasi Damai Cartenz-2026 melakukan penegakan hukum terhadap seorang DPO yang mengaku sebagai Panglima Kodap III D Dulla Aibon Kogoya pada Minggu (1/3/2026). Saat mendekati lokasi yang diduga menjadi markas persembunyian kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Nabire, aparat mendapat perlawanan hingga terjadi kontak tembak. Kelompok tersebut kemudian melarikan diri dan meninggalkan markas yang selama ini mereka kuasai.

Dalam penggeledahan, aparat mengamankan 561 butir amunisi berbagai kaliber untuk senjata laras panjang dan pendek, 10 magazen senjata api jenis SS1 dan AK-101, 12 unit telepon genggam, lima handy talky (HT), serta uang tunai sebesar Rp79.900.000. Seluruh barang bukti langsung diamankan untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut.

Selain itu, ditemukan dua unit telepon genggam yang diduga milik korban aksi kekerasan sebelumnya. Satu di antaranya diduga milik anggota Brimob Batalion C yang gugur dalam penyerangan tahun lalu, sementara satu lainnya diduga milik karyawan sipil atau petugas keamanan dalam insiden pembakaran pos pengamanan PT Kristalin.

Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz-2022026, Kombes Pol. Yusuf Sutejo, menegaskan bahwa tindakan ini merupakan bentuk komitmen negara dalam menjamin keamanan masyarakat. Kepala Operasi, Brigjen Pol. Dr. Faizal Ramadhani, turut mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak terpengaruh informasi yang belum benar adanya. Hingga kini, aparat masih melakukan penyisiran dan pengejaran guna memastikan situasi tetap aman serta menjaga stabilitas keamanan di wilayah Papua Tengah.

MPB

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *