Kinerja DPRD Medan Dipertanyakan, Terkait PT. Agro Raya Mas. Medan
Labuhan. – Media Putra Bhayangkara.
Masyarakat Kelurahan Sei Mati, Kecamatan Medan Labuhan kecewa dengan kinerja DPRD Kota Medan terutama Komisi 2,3 dan 4.
Pasalnya, pasca rapat dengar pendapat (RDP) pada bulan November tahun 2025 antara masyarakat Kelurahan Sei Mati dengan anggota DPRD terkait permasalahan PT. Agro Raya Mas (ARM) hingga saat ini belum juga ada realisasinya.
“Kita sangat kecewa dengan kenerja DPRD Medan, hingga saat ini pihak DPRD Medan belum juga mengeluarkan surat rekomendasi terkait penolakan pembangunan kembali PT. ARS pasca kebakaran beberapa bulan yang lalu,”ucap salah seorang warga yg tak bersedia namanya dutulis saat ditemui, Sabtu 28 Febuari 2026.
Lebih lanjut disampaikannya, dalam RDP dengan Komisi 2,3 dan 4 disepakiti beberapa poin dalam rapat tersebut yakni
1. Warga memendam trauma atas kebakaran pabrik PT. Agro Raya Mas terjadi tanggal 23 Juli 2025 dan tidak mau terulang kembali.
2. PT. Agro Raya Mas tidak memberikan manfaat bagi warga Kelurahan Sei Mati, karena tidak mempekerjakan warga Kelurahan Sei Mati.
3. Lokasi pabrik PT. Agro Raya Mas berada di area pemukiman warga Lingkungan 17, Kel. Sei Mati, Lingkungan 6, Kel. Martubung dan Lingkungan 7, Kel. Pekan Labuhan.
4. Keberadaan pabrik PT. Agro Raya Mas mencemari lingkungan, baik limbah minyak, polusi udara dan polusi suara (kebisingan mesin pabrik).
5. Berdasarkan Peraturan Menteri Perhubungan mengenai klasifikasi jalan kelas III C yang meliputi jalan lokal dan lingkungan yang mengatakan bahwa muatan sumbu terberat (MST) maksimal 8 ton yang mana Jl. Ilyas Kel. Sei Mati, Kec. Medan Medan Labuhan merupakan kelas III C.
Maka, warga bermohon dan meminta Pimpinan DPRD Kota Medan agar mem portal dan memasang rambu jalan di Jalan Ilyas sesuai kelasnya yakni kelas III C melalui Dinas Perhubungan.
Namun kenyataan yang terjadi dilapangan, PT. ARM terus melakukan pembangunan kembali pabrik dan truk truk milik perusahaan pengelolaan minyak tersebut masih keluar masuk.
“Pihak perusahaan terus melakukan pembangunan, kami juga menduga pihak perusahan tidak memiliki izin mendirikan bangunan (PBG),”ucapnya.
“Dirinya juga menilai DPRD Medan hanya memberikan angin surga kepada masyarakat Sei Mati, coba lihat saja PT. ARM terus melakukan pembangunan,”tambahnya.
Dalam kesempatan ini warga berharap, DPRD dan Pemko Medan dapat serius menangani keluhan warga Kelurahan Sei Mati dan sekitarnya.
“Warga meminta Pemko dan DPRD Medan serius menanggapi keluhan warga Sei mati, jangan hanya menjadi harapan palsu saja, bukankah anggota Dewan mewakili rakyat?” ” Kenapa Pabrik tersebut tetap langgeng menjalankan aktivitasnya”
Humas PT. Agro Raya Mas Belum Bisa Memberikan Jawaban Terkait dugaan tidak memiliki izin PBG pembangunan kembali pabrik PT. Agro Raya Mas dan sejumlah awak media mencoba mengkonfirmasi kepada pihak perusahaan, Sabtu 28 Febuari 2026.
Humas PT. Agro Raya Jhon Sinaga Dalam pertemuan awak media awak media bertemu dengan Humas PT. Agro Raya Mas mengatakan dirinya tidak memiliki wewenang untuk menjawab pertanyaan tersebut.
“Saya gak bisa memberikan jawaban ada atau tidaknya izin PBG perusahaan, karena itu ada bidangnya yakni divisi legal. Saya takut salah jawab,”ucapnya singkat.
“Saya disini hanya bisa menyampaikan, perusahaan sedang berusaha bangkit kembali pasca musibah kebakaran beberapa waktu lalu. Karena banyak karyawan yang berharap bisa berkerja kembali diperusahaan ini,”tambahnya. ( T. M ).
