Kapolda NTB: “Sapu Harus Bersih Sebelum Menyapu,” Tekankan Reformasi SDM dan Semangat Cari Berkah
Putrabhayangkara NTB – Kapolda Nusa Tenggara Barat (NTB), Irjen Pol. Edy Murbowo S.I.K, M.Si, menyampaikan pesan reflektif yang mendalam dalam acara Gathering dan Buka Puasa Bersama insan media se-Provinsi NTB di Gedung Sasana Dharma Polda NTB, Rabu (25/02/26).
Di hadapan para jurnalis, pucuk pimpinan Polri di NTB tersebut menegaskan bahwa tugas kepolisian bukan sekadar profesi, melainkan pengabdian untuk kemanusiaan. Kapolda mengibaratkan institusi Polri sebagai alat pembersih sosial yang harus suci sebelum bekerja.
“Bagaimana kita bisa membersihkan lantai kalau sapunya kotor? Polri adalah penegak hukum, maka personelnya harus jauh lebih baik dan lebih disiplin daripada masyarakat. Ibarat sapu yang dipakai menyapu sampah, maka sapunya harus bersih dulu,” tegas Kapolda.
Tak hanya memberikan arahan secara lisan, Irjen Pol. Edy Murbowo juga menunjukkan sisi humanis Polri melalui aksi nyata. Sebelum prosesi buka puasa bersama dimulai, Kapolda didampingi sejumlah Pejabat Utama (PJU) Polda NTB turun langsung ke jalan untuk berbagi takjil kepada masyarakat dan pengendara yang melintas.
Aksi bagi-bagi takjil ini menjadi simbol pesan “Cari Berkah Dunia Akhirat” yang ia gaungkan. Dengan senyum ramah, Kapolda menyapa warga, memberikan paket berbuka, sekaligus menyelipkan pesan keselamatan berkendara. Hal ini dilakukan sebagai bentuk kedekatan Polri dengan masyarakat di bulan suci Ramadan.
Dalam pidatonya, Kapolda memberikan instruksi keras agar seluruh jajaran menanggalkan sikap arogan melalui tiga poin utama:
Jangan Sombong: Anggota diminta tetap membumi dan mengedepankan sisi humanis.
Transparan & Prosedural: Menjalankan tugas sesuai SOP tanpa ada yang ditutup-tutupi.
Ramah & Profesional: Memberikan pelayanan prima yang santun namun tetap tegas secara hukum.
Ia juga menekankan bahwa Polri harus menjadi institusi yang tidak antikritik. “Justru masukan dari masyarakat adalah vitamin bagi kami untuk memperbaiki diri,” tambahnya.
Terkait peran media, Kapolda mengajak insan pers untuk membangun kolaborasi konstruktif sebagai penyaring (filter) utama guna meredam hoaks. Ia berharap kolaborasi ini menciptakan suasana informasi yang “adem” dan menyejukkan bagi masyarakat NTB.
Acara yang ditutup dengan buka puasa bersama ini mempertegas komitmen Polda NTB untuk bertransformasi menjadi institusi yang lebih terbuka, religius, profesional, dan menyatu dengan masyarakat. (A)
