Kapolda Kalbar Paparkan Capaian Kamtibmas 2025: Polri untuk Masyarakat
Pontianak — Kepolisian Daerah Kalimantan Barat menggelar Konferensi Pers Akhir Tahun 2025 dengan tema “Polri untuk Masyarakat” di Aula Graha Khatulistiwa, Selasa (31/12/2025). Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Kapolda Kalbar Irjen Pol. Pipit Rismanto.S.I.K.,M.H dan dihadiri jajaran Polda, pemangku kepentingan, serta insan pers.
Dalam sambutannya, Kapolda Kalbar menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh elemen masyarakat, pemerintah daerah provinsi dan kabupaten/kota, TNI, LSM, mahasiswa, tokoh masyarakat, serta rekan-rekan media yang selama ini berkolaborasi menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di Kalimantan Barat tetap kondusif.
“Kolaborasi adalah kunci. Polri tidak bisa bekerja sendiri. Dukungan seluruh stakeholder, termasuk media, sangat berperan dalam menjaga stabilitas keamanan dan memberikan informasi yang benar kepada masyarakat,” ujar Kapolda.
Dinamika Global dan Dampaknya
Kapolda menjelaskan bahwa perkembangan lingkungan strategis global, regional, hingga nasional turut memengaruhi kondisi keamanan dan kebijakan, termasuk proyeksi pertumbuhan ekonomi global yang berada di kisaran 2,8 persen. Meski demikian, Indonesia—termasuk Kalimantan Barat—memiliki sumber daya alam dan sumber daya manusia yang besar untuk terus tumbuh dan menjadi bangsa yang kuat.
Kalimantan Barat disebut memiliki potensi luar biasa dengan jumlah penduduk sekitar tiga juta jiwa serta kontribusi sektor perkebunan yang signifikan. Pertumbuhan ekonomi daerah dinilai tetap positif dan berada di atas rata-rata nasional.
Demokrasi dan Keamanan
Terkait dinamika politik dan penyampaian aspirasi masyarakat, Kapolda menegaskan bahwa hal tersebut merupakan bagian dari demokrasi. Polri mengedepankan pendekatan responsif dan kolaboratif, serta menjamin kebebasan berpendapat selama dilakukan sesuai ketentuan hukum.
“Polisi bukan lawan masyarakat. Kami hadir untuk mengamankan dan memastikan setiap aspirasi tersampaikan secara aman dan tertib,” tegasnya.
Indeks Keamanan dan Kepercayaan Publik
Kapolda mengungkapkan hasil survei yang menunjukkan tingkat rasa aman masyarakat cukup tinggi. Sekitar 90,9 persen masyarakat merasa aman beraktivitas pada malam hari, dan 87 persen percaya kepada Polri ketika terjadi suatu peristiwa. Capaian ini, menurut Kapolda, merupakan hasil kerja bersama seluruh komponen bangsa.
Capaian Penegakan Hukum 2025
Sepanjang tahun 2025, Polda Kalbar mencatat sekitar 4.144 perkara, dengan 3.027 perkara berhasil diselesaikan atau sekitar 73,5 persen tingkat penyelesaian. Kasus yang ditangani didominasi tindak pidana konvensional seperti pencurian, penggelapan, dan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT). Selain itu, terdapat 162 perkara tindak pidana khusus dengan tingkat penyelesaian 72,3 persen.
Kapolda menegaskan bahwa penegakan hukum dilakukan secara objektif dan profesional, serta menjunjung tinggi transparansi dan akuntabilitas.
Reformasi Polri dan Literasi Digital
Menutup paparannya, Kapolda menyampaikan komitmen Polda Kalbar untuk terus mendukung percepatan reformasi Polri, meningkatkan kualitas pelayanan publik, serta mengoptimalkan komunikasi publik melalui media sosial. Literasi digital dinilai penting untuk menangkal hoaks dan provokasi di ruang digital.
“Harapan masyarakat terhadap Polri sangat besar. Kami siap berbenah, beradaptasi dengan perkembangan zaman, dan terus meningkatkan pelayanan demi terwujudnya keamanan dan kesejahteraan masyarakat,” pungkas Kapolda.
Konferensi pers ini diakhiri dengan sesi tanya jawab bersama awak media serta ajakan kepada masyarakat untuk terus berpartisipasi aktif menjaga kamtibmas di Kalimantan Barat.(Sabirin)
