September 26, 2026

Beras SPHP Bengkulu Selatan Diduga Berpasir, Warga Protes Tidak Layak Konsumsi

Rabu, 17 Desember 2025, Bengkulu Selatan, MPB,– Tim investigasi dari Pokdar Kamtibmas melakukan penyelidikan mendalam terhadap Perum Bulog Subdistrik Bengkulu Selatan, menyusul laporan warga tentang kualitas beras subsidi SPHP yang ditemukan berpasir, kotor, dan tidak layak dikonsumsi.

Keluhan ini menjadi sorotan karena beras tersebut didistribusikan ke masyarakat di wilayah Bengkulu Selatan dan Kabupaten Kaur.

Kepala Bulog Bengkulu Selatan, Nopi, mengakui kemungkinan adanya masalah tersebut. “Mungkin saja hal itu terjadi karena pengemasan kurang pengawasan, maklum kerjaan banyak dan dilakukan secara manual. Pengemasan dilakukan oleh pekerja langsung, tidak menggunakan mesin pengemas otomatis,” ujarnya saat ditemui tim investigasi.

Ketika ditanya mengapa tidak menggunakan mesin pengemas, Nopi menjawab, “Mesinnya belum ada.” Lebih lanjut, saat ditanya rencana pembelian, ia menyatakan, “Harga mesin itu cukup mahal, selain itu jika menggunakan mesin pengemas, nanti pekerja bisa kehilangan pekerjaan.”Tim investigasi dari lembaga LIN dan POKDAR KAMTIBMAS, didampingi awak media Putra Bhayangkara, langsung menuju gudang penyimpanan dan pengemasan beras Bulog.

Saat kunjungan, proses pengemasan sedang tidak berlangsung, namun tim berhasil mengamati kondisi gudang. Temuan krusial mengungkap potensi penyebab beras berpasir: beras yang berhamburan di lantai truk pengangkut dikumpulkan kembali dan dikemas ulang. Lantai truk yang kotor dan berpasir diduga menjadi sumber kontaminasi. “Yang seharusnya, beras yang berhamburan di lantai truk harus dibuang atau dibersihkan dulu sebelum dikemas,” tegas tim investigasi.Tim menyarankan agar pihak Bulog menghentikan pengemasan beras tercecer dari lantai gudang atau truk, karena dapat merusak kualitas beras yang didistribusikan ke pasar di Bengkulu Selatan dan Kaur. Saran ini bertujuan memastikan beras subsidi layak konsumsi bagi masyarakat. Hingga berita ini diturunkan, Bulog belum memberikan tanggapan resmi atas temuan tersebut.

Hery asmadi,tim-MPB

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *