September 26, 2026

Kemenag Purwakarta Gelar Event Implementasi Berbasis Moderasi Beragama Di Desa Ci Wangi

 

PURWAKARTA , putrabhayangkara.id -Kemenag Kabupaten Purwakarta gelar Event inplementasi berbasis lokasi kampung moderasi beragama di Kampung cibaragalan Desa ciwangi Kecamatan Bungursari Kabupaten Purwakarta.yang di hadiri oleh para penyuluh dan tokoh masyarakat sebanyak 40 peserta yang ada di Desa ciwangi di hadiri langsung PLT Kasi Bimas dari Kemenag Purwakarta H.Anang Suryana S.Ag.M.H, dan Ketua MUI Drs.Kyai H.Zhondien Mpd merangkap Ketua Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB) serta Kepala Desa Ciwangi Abdul Hakim,ST. Acara event tersebut yang di gelar di Aula Desa Ciwangi Kecamatan Bungursari Kabupaten Purwakarta.pada senin,15 Desember 2025.

Event Moderasi ini adalah cara pandang, sikap, dan perilaku dalam beragama yang mengedepankan keseimbangan, keadilan, dan toleransi, menghindari ekstremisme (terlalu ketat atau terlalu longgar), serta mengutamakan nilai kemanusiaan universal dan komitmen kebangsaan dalam kehidupan bersama di tengah keberagaman, sehingga tercipta harmoni sosial dan kerukunan. Konsep ini bukan memoderasi ajaran agama, tapi memoderasi pemahaman dan praktik pemeluknya agar selaras dengan nilai luhur bangsa dan kemanusiaan.

Prinsip Utama Moderasi Beragama jalan Tengah, Tidak ekstrem, tidak berlebih-lebihan, dan menghindari dua kutub ekstrem (radikal dan liberal) dalam beragama.
Berlandaskan Nilai Pancasila Mengacu pada nilai-nilai Pancasila sebagai landasan dalam beragama, seperti kemanusiaan yang adil dan beradab, serta keadilan sosial.
Membangun Harmoni yang bertujuan menciptakan keharmonisan, kerja sama, dan persatuan di tengah masyarakat yang majemuk.

H.Anang Suryana pada saat di wawancarai oleh media putrabhayangkara.co.id menerangkan bahwa tujuan daripada event tersebut adalah untuk menindak lanjuti bahwa kampung moderasi itu masyarakat betul betul hidup secara harmoni antar umat beragama,apalagi mau menjelang natal kita berharap bahwa purwakarta di hari natal nanti berjalan dengan aman dan nyaman dari penyuluhan agama islam maupun kristen warga dan tokoh masyarakat hadir dan kemenag juga peduli tentang keberagaman bahkan dari pendeta dan kyai bahkan tokoh masyarakat juga ikut hadir.

“Dan kami sudah menyiapkan ada delapan posko untuk pengamanan Natal dan tahun baru (Nataru) itu semua intruksi dari Menteri Agama dan kebetulan di purwakarta kita menyediakan delapan mesjid barangkali nanti ada yang mau singgah silahkan , sehingga nanti kita layani dengan baik ,bukan hanya di bulan idul fitri saja bahkan di hari Natal dan tahun barupun sama kita layani,” ujarnya.

Kemudian di lanjut oleh pendeta hariman dari Agama Kristen mengungkapkan bahwa orang sunda itu wangi dan saya lihat orang sunda itu punya filosofi punya kerukunan moderasi yang bisa di kata silih asah silih asih silih asuh , maka didalam silaturahmi Event ini kita semua bisa berkumpul bersama pa kiyai, dan juga tokoh masyarakat jadi kita bicara toleransi moderasi harus mulai dari akar rumput , mudah mudahan penyuluhan ini bisa menyebar di seluruh Desa sekabupaten purwakarta supaya persaudaraan lintas suku lintas agama tetap terjalin dengan baik dan harmonis.( Monna)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *