September 25, 2026

Seribu Lilin, Seribu Doa: Warga Lintas Iman Panjatkan Harapan bagi Kebangkitan Tapanuli Utara

 

Tarutung – Sabtu 13 Desember 2025 Putrabhayangkara.id

Dalam suasana hening dan penuh kekhusyukan, warga Kabupaten Tapanuli Utara dari berbagai latar belakang iman berkumpul dan menyalakan lilin sebagai simbol doa dan harapan bagi kebangkitan daerah pascabencana. Aksi Simbolik Seribu Lilin ini berlangsung pada Minggu malam, 14 Desember 2025, di Jalan Sisingamangaraja, depan Sopo Partungkoan Tarutung.

Ketika cahaya senja perlahan berganti malam, satu per satu lilin dinyalakan. Di balik nyala kecil itu, tersimpan doa yang sama: keselamatan bagi para korban, kekuatan bagi keluarga terdampak, serta pemulihan bagi Tapanuli Utara. Doa dipanjatkan dengan cara masing-masing, namun berpadu dalam satu niat, yakni memohon kasih, pengharapan, dan kedamaian.

Aksi ini menjadi ruang perjumpaan iman yang bersahaja. Tidak ada sekat keyakinan, tidak ada simbol dominasi agama tertentu. Yang hadir adalah kesadaran bersama bahwa bencana adalah duka kolektif, dan pemulihan hanya dapat terwujud melalui persatuan, empati, serta saling menguatkan.

Dalam keheningan doa, peserta diajak merenung bahwa cahaya lilin melambangkan iman yang tetap menyala meski diterpa kegelapan. Lilin-lilin itu menjadi tanda penyerahan diri kepada Tuhan Yang Maha Esa, sekaligus komitmen manusia untuk terus menjaga harapan dan nilai kemanusiaan.

Salah seorang peserta menyampaikan bahwa doa bersama lintas iman merupakan bentuk pengakuan bahwa kasih dan kepedulian tidak mengenal batas kepercayaan. “Kami datang dengan cara berdoa masing-masing, tetapi dengan harapan yang sama, agar Taput dipulihkan dan dikuatkan,” ujarnya.

Kegiatan berlangsung tertib dan khidmat hingga selesai. Aparat keamanan dan relawan membantu pengamanan serta pengaturan lalu lintas agar aksi berjalan kondusif. Tidak terdapat orasi, tuntutan, maupun pesan bernada politis, sehingga kegiatan sepenuhnya berfokus pada doa dan refleksi spiritual.

Aksi Seribu Lilin ini diharapkan menjadi pengingat bahwa pemulihan pascabencana tidak hanya menyangkut pembangunan fisik, tetapi juga pemulihan batin dan jiwa masyarakat. Dalam kebersamaan doa, warga Tapanuli Utara meneguhkan keyakinan bahwa terang selalu hadir, bahkan di tengah gelapnya cobaan.

Menjelang akhir kegiatan, lilin-lilin yang tetap menyala menjadi simbol bahwa harapan bagi Tapanuli Utara tidak padam. Dari ruang publik di Tarutung, doa-doa lintas iman dipanjatkan, mengalir sebagai harapan bagi Taput yang bangkit, pulih, dan diberkati.

Diterbitkan Media Putra Bhayangkara
Frish

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *