Kepsek SMAN 1 Batang Anai, Zulbaidah Ungkapkan Ditaksir Kerugian 3 Milliar Akibat Banjir Yang Melanda Bangunan Sekolah
Kab.Padang Pariaman, Putra Bhayangkara.id.
Akibat tingginya curah hujan yang melanda Kabupaten Padang Pariaman, Propinsi Sumatera Barat, yang terjadi pada 27 Nopember hingga kini,mengakibatkan derasnya air yang mengalir dilingkungan Sekolah Menengah Atas Negeri 1 Batang Anai, Kabupaten Padang Pariaman. Akibat curah hujan yang deras tentu saja membuat lingkungan Sekolah tergenang air hingga membuat barang- barang beharga, mobil, alat tulis belajar, buku bacaan, peralatan elektronik hingga 5 ruang belajar amblas.
Kepala SMAN 1 Batang Anai, Zulbaidah, mengungkapkan hal itu, ketika Wartawan berkunjung ruang belajar, pada Jumat 12/12/2025. Dijelaskannya lagi, bahwa kerugian sebesar 3 milliar ini baru hanya perkiraan saja. Bisa kurang juga bisa berlebih. Sekalipun genangan air terus mendera serta lumpur tebal masih menghiasi sekolah tersebut, ujian para siswa kelas 3 tetap berjalan lancar dan aman bertempat di gedung Asrama haji Kabupaten Padang Pariaman, dengan memakai kendaraan operasional Polres Padang Pariaman, yang tetap siap untuk menjemput pulang pergi para siswa dan guru.
Menurut Kepsek Zulbaidah yang pernah bertugas di Kabupaten Kepulauan Mentawai, pada saat kini siswa dan siswi SMAN 1 Batang Anai berjumlah 989 murid dengan 29 ruang belajar serta 63 guru honor dan ASN. Sekolah ini banyak melakukan kegiatan ekstrakurikuler, latihan pencak silat, randai, Robotik dan kegiatan lainnya. Dan apabila ada para siswa yang berhasil meraih juara dalam lomba akan diberi Reward. Artinya,untuk reward tingkat nasional dan internasional tidak membayar uang komite hingga 2 tahun. Sedangkan juara tingkat Propinsi hanya 1 tahun serta juara tingkat Kabupaten cuma 3 bulan.
Terkait adanya desas- desus dilingkungan sekolah masalah murid yang dimintai komite untuk membayar sampai bulan Februari 2026, Kepsek Zulbaidah, mengatakan bahwa sumbangan tersebut,hanya untuk kelas 3 yang sedang mengikuti ujian.Karena mengingat akan masuk libur bulan puasa dan hari raya idhul fitri. Perlu diketahui juga, sumbangan bersifat suka rela tidak ada paksaan. Artinya, bagi yang mampu 100 ribu perbulan, dan kurang mampu 50 ribu bahkan ada siswa yang di gratiskan.
Dan kami berharap kepada pihak wali murid untuk bersama membangun dan memajukan sekolah ini, termasuk masyarakat di sekitar lingkungan sekolah.( Leo ).
