Samsuddin: Soeharto Layak Sandang Gelar Pahlawan Nasional
PONTIANAK — Anggota DPRD Kota Pontianak dari Dapil Pontianak Utara, Haji Samsuddin, menyatakan apresiasinya atas keputusan pemerintah menganugerahkan gelar Pahlawan Nasional kepada Presiden RI ke-2, Soeharto. Menurutnya, jasa-jasa Soeharto sebagai tokoh pembangunan Indonesia sudah sepantasnya dikenang oleh bangsa ini.
Anggota DPRD Kota Pontianak yang juga merupakan sekretaris fraksi partai Golkar menilai , bahwa selama memimpin Indonesia, Soeharto telah melakukan berbagai terobosan yang membawa kemajuan signifikan bagi negara. “Banyak sudah jasa yang dilakukan oleh Presiden ke II Indonesia, Soeharto, ketika memimpin negara ini. Di eranya dulu, beliau banyak melakukan hal-hal yang bagus untuk kemajuan negara Indonesia,” ujarnya kepada Media putra bhayangkara.com Sabtu (15/11).
Samsuddin menjelaskan, rekam jejak Soeharto dapat dilihat dari berbagai capaian besar pada masa pemerintahannya, seperti pertumbuhan ekonomi yang stabil, keberhasilan swasembada beras, perluasan akses pendidikan, pembangunan infrastruktur, industrialisasi, pendirian BUMN strategis, penguatan pembangunan desa, hingga peran penting Indonesia di kawasan ASEAN.
Menurutnya, berbagai capaian tersebut menjadi pondasi kuat bagi kemajuan Indonesia saat ini. “Beliau pantas mendapatkan gelar Pahlawan Nasional. Karena sudah banyak berkorban buat negara ini,” tegasnya.
Samsuddin juga mengenang kondisi ekonomi pada era 1990-an. Ia mengingat harga-harga kebutuhan pokok yang stabil dan terjangkau. “Nilai uang 10 ribu dulu besar. Ketika dibelanjakan bisa dapat berbagai kebutuhan pokok. Itu di tahun 90-an kami merasakan betul dengan kebutuhan pokok yang murah harganya,” kenangnya.
Selain stabilitas ekonomi, ia juga menyoroti keberhasilan Soeharto dalam menjaga ketersediaan pangan, terutama beras. Menurutnya, pemerintah saat itu memberikan pembinaan yang kuat kepada para petani sehingga Indonesia mampu mencapai ketahanan pangan.
Ia menilai gagasan-gagasan tersebut masih relevan untuk diterapkan hingga kini. Apabila dilakukan dengan konsisten, Samsuddin optimis Indonesia dapat kembali mencapai surplus pangan dan bahkan menjadi pemasok pangan bagi negara lain.
“Indonesia di era Soeharto dijuluki macan Asia. Pemberian gelar tanda pahlawan pada beliau sebetulnya menjadi pelecut anak-anak bangsa untuk lebih memacu kinerja agar ke depan Indonesia bisa menuju negara maju,” tutupnya.(Sabirin)
