GASKAN Mantapkan Program dan Suarakan Keadilan dalam Rapat Pengurus Inti
Jakarta,www.putrabhayangkara.id – 6 November 2025 – Gerakan Suara Keadilan Netizen (GASKAN) menggelar rapat pengurus inti yang dinamis di kantor pusatnya, Jl. RS. Fatmawati Raya No. 201 RT 2/ RW 5, Cilandak Barat, Jakarta Selatan. Pertemuan yang berlangsung dari pukul 15.30 hingga 18.00 WIB ini memfokuskan diri pada pematangan program-program unggulan serta strategi advokasi isu-isu keadilan yang menjadi prioritas organisasi.
Sekretaris Jenderal GASKAN, Andi Muhammad Rifaldy, membuka rapat dengan menyampaikan pesan inspiratif dari Almarhum Ketua Umum, Bang Solmat, yang menekankan peran GASKAN sebagai wadah aspirasi masyarakat pencari keadilan.
Agenda utama yang dibahas adalah aspek legalitas organisasi, dengan wacana perubahan nama menjadi “Nusantara” untuk merepresentasikan cakupan divisi yang lebih luas. Keputusan final akan diambil setelah musyawarah mufakat, melanjutkan diskusi yang telah diinisiasi bersama Almarhum Bang Solmat beberapa bulllan sebelumnya.
Wakil Ketua Umum GASKAN, Ibu Meri, memaparkan rencana strategis penataan jadwal siaran langsung (live medsos) melalui akun resmi GASKAN, dengan mengundang narasumber kompeten sesuai tema. Pembentukan tim admin khusus juga menjadi prioritas. Ibu Meri mengumumkan akan bergabungnya juga beberapa tim advokat ke dalam GASKAN.
Rapat menyoroti persiapan penerbitan Kartu Tanda Anggota (KTA) GASKAN yang akan segera direvisi dan dicetak. Divisi Lintas Agama akan berkolaborasi dengan Divisi Edukasi, dengan fokus pada program pelatihan karakter, pemberantasan buta huruf Al-Quran, serta edukasi hukum paralegal.
Sebagai wujud solidaritas, GASKAN akan mengunjungi Pondok Hafidz Qur’an Hiswah pada Sabtu, 8 November 2025, sebagai respons atas musibah kebakaran yang menimpa beberapa minggu lalu. Andi Muhammad Rifaldy menegaskan, “Kami sudah berkoordinasi dan mengonfirmasi jadwal kunjungan ini kepada pengurus Pondok Hafidz Qur’an HISWAH.”
Divisi Edukasi, di bawah kepemimpinan Ibu Hera, berkomitmen mengembangkan program berkelanjutan yang berorientasi pada penyampaian fakta kebenaran. Bg. Ali dari salahsatu divisi media menekankan peningkatan kualitas siaran langsung (live) yang diusulkan Waketum, serta kelengkapan website dan data survei.
Divisi Sosial juga akan diaktifkan oleh Ibu Niedarma melalui akun TikTok-nya.
Mas Hery, anggota baru GASKAN, sebagai Aktivisme JUSTICE siap memberikan informasi terkini kepada divisi media dan menjadi narasumber isu politik dan reformasi kepolisian.
Mas Ismail, juga sebagai Aktivisme JUSTICE menekankan ketelitian dalam menganalisis berita sesuai visi dan misi GASKAN. Ia mengapresiasi peran Divisi Bedah Kasus dalam menelaah setiap kasus sebelum dipublikasikan. Mas Ismail termotivasi bergabung dengan GASKAN karena panggilan melawan ketidakadilan, serta siap menyalurkan 4000 eksemplar Al-Quran cetak untuk sosialisasi dan edukasi bergabung dalam Divisi Edukasi dan Pelatihan.
Ibu Bendahara, istri Almarhum Bang Solmat, berhalangan hadir namun tetap memberikan dukungan penuh, serta akan menunjuk perwakilan untuk membantu administrasi untuk entri data.
Dalam waktu dekat, GASKAN akan menggelar aksi unjuk rasa (DEMO) terkait beberapa kasus; kasus 7 terpidana Cirebon, kriminalisasi Alexpaparico, kasus pembunuhan di Subang dan di Jambi serta kasus pembungkaman Nikita Mirzani, termasuk mafia scencare, kasus kementrian pertanian vs media Tempo, kasus mafia tanah, mafia hukum (khususnya penggelapan dana titipan UMKM 80 Milyar) yang menyeret nama oknum pengacara Elza Syarief CS Farhat Abbas, serta mengawal RUU Perampasan Aset dan Reformasi Polri. Wasekjen GASKAN Ibu Putri dari NTT siap berkontribusi hadir maksimal di Jakarta untuk mendukung agenda GASKAN.
Rapat ditutup disertai doa penutup pada pukul 18.00 WIB oleh Waketum GASKAN, Ibu Meri, yang menyampaikan, “Ingat, tidak semua hasil teknis dari rapat hari ini kita publikasikan, Mari kita tutup rapat ini, semoga semua strategi teknis yang telah kita susun berjalan lancar sesuai visi, misi, tujuan, dan harapan GASKAN Aamiin”
(Red.indra Bhayangkara)
