September 27, 2026

Bilah Hilir Dikepung Sabu! Warga Teriak, “Tangkap AJ dan ON!”

 

Labuhanbatu – Selasa 14 Oktober 2025
Putrabhayangkara.id

Aroma ketakutan kini menyelimuti warga Bilah Hilir, Kabupaten Labuhanbatu. Di tengah geliat ekonomi nelayan dan perkebunan, muncul kabar bahwa dua sosok — AJ dan ON — diduga menjadi pengendali besar jaringan sabu di wilayah itu.

Aktivitas mereka disebut-sebut berpusat di sebuah tangkahan di Bilah Hilir, lokasi yang kini ramai diperbincangkan warga. Dari titik itu, sabu diduga disebar ke sejumlah desa sekitar seperti Tanjung Loban, Sei Kasih, Kampung Nilon, Sei Tarolat, Sidomulyo, Sungai Mambang hingga Bangun Sari II.
Warga menyebut, peredaran sabu di daerah ini kini ibarat api dalam sekam — tak terlihat tapi membakar perlahan.

> “Sekarang makin parah, bang. Mereka bebas jalan, sabunya nyaris tiap malam keluar. Kami takut anak-anak kami rusak,” ujar seorang warga yang enggan disebut namanya, Minggu (12/10).

Tak hanya AJ dan ON, nama-nama lain berinisial I, S, A, J, B, M, K, dan D ikut mencuat. Mereka diduga menjadi pemain lapangan — penghubung antara bandar dan pengguna. Informasi yang diterima awak media menyebut, transaksi kerap berlangsung di warung remang atau area sekitar pelabuhan kecil.

Warga Meradang, Aparat Diminta Bertindak

Keresahan warga sudah sampai di titik jenuh. Tokoh masyarakat menilai, aparat seolah tutup mata meski aktivitas mencurigakan makin terang.

> “Jangan tunggu ada korban, tangkap mereka sekarang! Kalau dibiarkan, habis generasi muda di sini,” tegas seorang tokoh masyarakat Bilah Hilir.

Sejumlah warga bahkan mulai mencurigai adanya backing dari oknum tertentu yang membuat jaringan ini leluasa bergerak. Dugaan itu menambah kecurigaan bahwa bisnis haram ini bukan sekadar urusan dua orang, melainkan jaringan terstruktur dan terlindungi.

Aparat Belum Bersikap

Hingga berita ini diturunkan, Kapolres Labuhanbatu AKBP Choky Sentosa Meliala, S.I.K., Kasat Res Narkoba AKP Iwan Mashuri, S.H., M.H., dan Kanit Idik II Ipda Risnal Situngkir, S.H. belum memberikan keterangan resmi.
Tim redaksi masih berupaya menghubungi Kabid Humas Polda Sumatera Utara serta Kapolda Sumut untuk konfirmasi terkait dugaan peredaran sabu yang menguasai Bilah Hilir.

Sementara itu, warga berharap polisi segera bergerak cepat sebelum wilayah mereka benar-benar menjadi “pasar bebas sabu”.

Catatan Redaksi

Maraknya peredaran sabu di Bilah Hilir menunjukkan bahwa jaringan narkotika di daerah ini bukan sekadar urusan konsumsi, tapi sudah masuk level penguasaan wilayah. Bila aparat tak segera turun tangan, bukan tidak mungkin Bilah Hilir akan dikenal bukan karena tangkahannya — tapi karena “tangkapan sabunya.”

Diterbitkan Media Putra Bhayangkara.
Frish

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *