Bupati Taput Tinjau Pemulihan Lahan Pasca Banjir Sarulla
Pahae Jae, Senin 13 Oktober 2025
Bupati Tapanuli Utara, Dr. Jonius Taripar Parsaoran Hutabarat, S.Si., M.Si., meninjau langsung penanganan lahan pasca bencana banjir di Kecamatan Pahae Jae. Dalam kunjungan tersebut, Bupati didampingi sejumlah pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait untuk memastikan langkah pemulihan berjalan sesuai target.
Peninjauan ini merupakan bagian dari percepatan pemulihan daerah terdampak banjir bandang yang terjadi pada 29 Desember 2024 lalu. Bencana tersebut merusak infrastruktur dan lahan produktif seperti sawah, ladang palawija, serta kolam perikanan di enam desa dan satu kelurahan di sepanjang aliran Sungai Sarulla.
Pada Januari hingga Februari 2025, Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara telah melakukan normalisasi Sungai Sarulla dengan menggunakan alat berat milik pemerintah daerah. Program tersebut dibiayai melalui dukungan APBD dan donasi masyarakat. Tahun ini, pemerintah kembali mengalokasikan anggaran dari P–APBD 2025 untuk melanjutkan pemulihan serta optimalisasi lahan yang tertimbun material banjir.
Langkah-langkah yang dilakukan meliputi pembersihan lahan dari lumpur dan batuan, pembukaan serta perbaikan saluran irigasi, normalisasi aliran sungai kecil, hingga pemulihan lahan pertanian dan kolam perikanan. Pemerintah juga menggandeng kelompok masyarakat untuk bergotong royong dalam percepatan pembersihan wilayah terdampak.
Dalam arahannya, Bupati Jonius Taripar Parsaoran Hutabarat menegaskan komitmen pemerintah untuk tetap hadir dan bekerja bersama masyarakat.
> “Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara berkomitmen terus hadir dalam pemulihan pasca banjir. Kami berharap dukungan masyarakat untuk bersama-sama mempercepat proses ini agar lahan kembali produktif,” ujar Bupati.
Ia juga menekankan bahwa optimalisasi lahan bukan sekadar memperbaiki tanah, tetapi juga menghidupkan kembali harapan dan ekonomi warga. Pemerintah daerah akan terus memantau efektivitas normalisasi sungai serta kondisi lahan pertanian yang terdampak agar tidak terjadi bencana serupa di masa mendatang.
Kegiatan ini berlangsung dalam suasana dialog terbuka antara pemerintah dan warga. Dalam forum tersebut, masyarakat menyampaikan kebutuhan dan kendala yang mereka hadapi selama proses pemulihan.
Melalui program “Optimalisasi Lahan Pasca Bencana Banjir Sarulla”, Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara menegaskan semangat “Martuhan, Marroha, Marbisuk” — bekerja dengan iman, hati, dan ketulusan demi Taput yang pulih dan produktif kembali.
Diterbitkan Media Putra Bhayangkara
Frish
