Warga Kecewa, Proyek Jembatan + Hotmix Jalan Penghubung Desa Bayur Kidul dan Tanjung Diduga Dikerjakan Asal-asalan
Putrabhayangkara id //Karawang- Ramainya pemberitaan terkait penggunaan bahan material pasir campur tanah yang diduga tidak layak untuk dipergunakan dalam proyek pembangunan jembatan jalan poros, yang menghubungkan antara Desa Bayur Kidul dengan Desa Tanjung Kecamatan Banyusari Kabupaten Karawang Jawa barat, informasi dari hasil temuan Wartawan yang melakukan tugas sosial control tersebut, diduga diabaikan alias tak dijadikan suatu bahan, untuk melakukan monitoring dan evaluasi oleh pihak dinas terkait, demi mendapat hasil pembangunan yang baik dan sesuai dengan spesifikasi, mengingat jembatan tersebut merupakan sarana perlintasan kendaraan berat yang berkapasitas muatan 10 ton bahkan lebih.
Pasalnya, Pasir yang diduga tidak layak untuk dipergunakan dalam pembangunan proyek jembatan tersebut, terus dipakai pihak pemborong hingga proyek pembangunan jembatan jalan poros tersebut selesai.
Dari hasil penelusuran dan pantauan beberapa awak media, ditemukan banyak kejanggalan bukan hanya dari pasir yang diduga tidak layak untuk dipergunakan dalam pembangunan jembatan saja, namun juga pada pelaksanaan pekerjaan hotmix jalannya.
Sedemikian lebar ukuran jalan diatas jembatan, namun hamparan hotmix tidak digilas alat berat (mesin Gilas) yang semestinya kapasitas mesin penggilas minimal seberat 4 ton lebih, Namun nyatanya saat pekerjaan hotmix dilaksanakan. Hamparan hotmix jalan hanya digilas Baby roler berukuran paling kecil, sehingga pemadatan material hotmix dinilai tidak maksimal.
Seorang pekerja yang enggan disebut namanya, saat ditanya awak media siapa dan dimana pelaksana lapangannya (Mandor), menjawab.
-Kang siapa dan dimana pelaksana lapangannya (mandor) ?
“GK tau pak tadi pergi,” jawabnya
Kenapa cuma digilas Baby roler berukuran sangat kecil seperti ini, tidak digilas oleh alat berat (mesin Gilas) ?
“tidak tau juga pak,” jawabnya
Sementara dilokasi proyek, Pengawas dari dinas terkait yang bertugas mengawasi jalannya pembangunan, entah kemana dan tak terlihat hadir dilokasi.
Seorang warga sekaligus tokoh masyarakat berinisial nama DZ saat dimintai pendapatnya Minggu 05/10/2025 mengatakan. “Proyek pembangunan Jembatan dan Hotmix jalan poros ini, berasal dari dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) dikerjakan oleh pihak penyedia jasa CV Cahaya Utama Empat Belas, bersumber Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Karawang tahun 2025, senilai Rp 189.035.000,00 dengan masa waktu 60 hari kalender.
“Alhamdulillah sudah hampir selesai namun Kami sangat kecewa dengan kinerja Pengawas dari dinas terkait yang bertugas mengawasi keberlangsungan pembangunan proyek ini. Semestinya Pengawas dari dinas dan Mandor sebagai pelaksana lapangan itu, hadir dilokasi saat pekerjaan hotmix dilaksanakan, agar hasil pembangunannya baik, kokoh, kuat dan bisa dirasakan lama manfaatnya
oleh masyarakat.”katanya
Masih kata, DZ selaku tokoh masyarakat. “Dan seharusnya pada saat ada, terbit Pemberitaan terkait adanya dugaan proyek ini menggunakan bahan material pasir yang tidak layak dipergunakan dalam pembangunan, segera lakukan monitoring dan evaluasi jangan dibiarkan hingga pembangunan jembatan ini selesai, jembatan ini, sarana penghubung jalan yang sering dilintasi mobil – mobil berkapasitas muatan berat hingga mencapai 10 ton lebih, jadi jangan “asal-asalan” cara membangunnya.
Kemudian dalam pelaksanaan pekerjaan hotmix nya juga tidak digilas alat berat (mesin penggilas). Bagaimana pembangunan jembatan ini mau berjalan baik dan sesuai dengan spesifikasi, kalau Pengawas dari dinas dan mandornya saja tidak hadir dilokasi, sedangkan yang mengerti teknis pembangunan kan mereka,” ungkapnya.
Sampai berita ini diterbitkan, Pengawas dan Mandor proyek jembatan tersebut belum berhasil ditemui untuk dikonfirmasi.
(Gun)
