Mengenal Tradisi Ritual Ma’nene, Suku Toraja, Membersihkan dan Mengganti Pakaian Mumi Leluhur
Media Putra Bhayangkara.id, Toraja (Sul Sel), Jum’at (5/9/2025), Ma’nene merupakan salah satu ritual yang dilakukan suku Toraja Sulawesi Selatan (Sulsel) secara turun temurun,Tradisi ini berupa membersihkan jenazah yang telah meninggal puluhan bahkan ratusan tahun atau yang telah berbentuk mumi.
Ritual Ma’nene masih membudaya pada masyarakat suku Toraja. Khususnya yang ada di kecamatan Rinding Allo, Kelurahan Pangala Utara. Pada tradisi ini, satu rumpun keluarga Almarhuma Martha Batan dan Maria melakukan pembersihan mumi leluhur sebagai garis keturunannya.
Salah satu cucu dari keluarga yang melaksanakan ritual , Yusril (Iji) mengatakan, ritual Ma’nene adalah salah satu cara keluarga masyarakatToraja untuk menghormati leluhur yang sudah lebih dulu meninggal dunia. Menurutnya, suku Toraja memang sangat menjaga dan menghormati leluhur.
Masyarakat Toraja itu selalu memperhatikan leluhurnya. Dari kepercayaan, menurutnya, jika orang Toraja tidak memerhatikan leluhur itu hidupnya tidak akan damai. Nah, Ritual Ma’nene dengan menggantikan baju nene’ dan membersihkan, itu sebagai bentuk penghormatan serta perhatian kepada leluhur,” jelas Yusril kepada Media MPB.
Cucu Almarhuma Martha Batan, Elisabeth Rerung menambahkan “Saya sebagai cucu sangat menghormati tradisi leluhur kami dan kebetulan ada rejeki Saya jauh jauh dari Papua datang ke toraja untuk mengikuti Ritual tersebut sebagai penghormatan turunan keluarga.” Ungkapnya “.
Selain itu, tidak hanya membersihkan mumi leluhur, tradisi Mane’ne ini juga memiliki rangkaian ritual lainnya. Diantaranya rumpun keluarga mengadakan acara besar dengan mengorbankan hewan seperti babi atau kerbau, Ritual membuka kuburan yang berisi mumi leluhur, dan lainnya.
(Tim/MPB/Nabire/Zul)
