September 25, 2026

Rutan Balige Panen Jagung di Desa Longat: Wujud Nyata Dukungan Ketahanan Pangan Nasional

Balige – Kamis, 27 Februari 2025

Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Balige di bawah naungan Kanwil Ditjen Pemasyarakatan Sumatera Utara kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung program ketahanan pangan nasional. Kali ini, Rutan Balige melaksanakan panen jagung hasil dari program pembinaan bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) di lahan Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) di Desa Longat, Kecamatan Balige, Kabupaten Toba.

Panen yang berlangsung pada Kamis (27/02) ini menjadi bukti nyata keseriusan Rutan Balige dalam menjalankan program pembinaan berbasis pertanian yang tidak hanya berdampak pada pembekalan keterampilan bagi WBP, tetapi juga memberikan kontribusi nyata terhadap ketahanan pangan di wilayah tersebut.

Kolaborasi dengan Masyarakat dan Aparat TNI

Kegiatan panen jagung di lahan SAE ini mendapat dukungan penuh dari perangkat desa dan masyarakat setempat. Kepala Desa Longat, Hari Madingin Siahaan, turut hadir dalam kegiatan tersebut dan memberikan apresiasi terhadap upaya Rutan Balige dalam memanfaatkan lahan secara produktif.

“Kami sangat mengapresiasi Rutan Balige yang mampu mengelola lahan ini dengan baik. Kami berharap hasil panen ini dapat bermanfaat, tidak hanya bagi Rutan, tetapi juga bagi masyarakat sekitar,” ujar Hari Madingin Siahaan.

Selain itu, kegiatan ini juga melibatkan personel TNI dari Koramil 17/Balige yang berpartisipasi dalam proses panen. Kehadiran mereka menunjukkan sinergi antara institusi pemasyarakatan dengan aparat keamanan dalam mendukung program pemerintah di sektor ketahanan pangan.

Komitmen Berkelanjutan Rutan Balige

Kepala Rutan Balige, David Nicolas, menegaskan bahwa program ini merupakan bagian dari implementasi Asta Cita Presiden RI serta 13 Program Akselerasi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan. Ia menekankan pentingnya kesinambungan program ini sebagai bentuk kontribusi nyata terhadap kebijakan nasional di bidang ketahanan pangan.

“Kami berkomitmen untuk terus menjalankan program ini secara berkelanjutan. Selain mendukung ketahanan pangan, program ini menjadi sarana edukasi dan pembinaan bagi warga binaan agar memiliki keterampilan di bidang pertanian yang bermanfaat saat mereka kembali ke masyarakat,” ujar David Nicolas.

Jagung yang dipanen di lahan SAE ini diharapkan dapat menjadi sumber pangan alternatif sekaligus pakan ternak, yang sejalan dengan tujuan pemerintah dalam mewujudkan swasembada pangan.

Sarana Asimilasi dan Edukasi: Membina dan Memberdayakan

Lahan SAE di Desa Longat menjadi solusi atas keterbatasan lahan di lingkungan Rutan Balige. Dengan persetujuan dan dukungan perangkat desa, lahan ini difungsikan sebagai tempat pembinaan produktif bagi WBP, di mana mereka mendapatkan pelatihan keterampilan pertanian yang aplikatif.

Program ini juga memberikan dampak sosial yang positif, di antaranya membangun hubungan harmonis antara Rutan dan masyarakat sekitar, sekaligus membuka peluang bagi warga binaan untuk beradaptasi dan berkontribusi secara konstruktif di tengah masyarakat.

RUTABA GERAK!

Rutan Balige Kolaboratif, Edukatif, Responsif, Amanah, dan Sinergi!

Dengan semangat kolaborasi dan inovasi, Rutan Balige bertekad menjadikan program ketahanan pangan ini sebagai tonggak pembinaan berkelanjutan yang berdampak luas bagi warga binaan dan masyarakat.

Diterbitkan oleh:
Media Putra Bhayangkara
Oleh: Frish H. Silaban

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *