September 27, 2026

Warga Tanjung Menang Terlantar Tanpa BPJS PBI, Sistem Macet, Nyawa Jadi Taruhan

 

Mesuji– Ironi kembali menimpa warga miskin di Desa Tanjung Menang, Kecamatan Mesuji Timur. Di tengah derita penyakit yang membutuhkan penanganan medis segera, mereka dipaksa menanggung biaya pengobatan sendiri. Penyebabnya, permohonan BPJS Penerima Bantuan Iuran (PBI) yang diajukan sejak dua bulan lalu tak kunjung disetujui.

Lebih miris lagi, beberapa warga yang sebelumnya sudah terdaftar sebagai penerima BPJS PBI justru mengaku kepesertaannya tiba-tiba dinonaktifkan tanpa alasan jelas.

Bagi warga berpenghasilan pas-pasan, kondisi ini adalah pukulan berat. Untuk makan sehari-hari saja sulit, apalagi membayar biaya rumah sakit yang tidak murah.

“Saya sudah ajukan BPJS PBI, tapi katanya kuota penuh. BPJS Mandiri saya dulu juga menunggak bertahun-tahun waktu masih di Lampung Tengah. Jadi sekarang kalau mau berobat ya bayar sendiri,” keluh seorang warga dengan nada pasrah, Rabu (13/8/2025).

Pihak Dinas Sosial Kabupaten Mesuji mengakui bahwa pendaftaran peserta baru BPJS PBI memang telah ditutup karena lonjakan jumlah penerima yang membuat sistem tak lagi menerima input. Akibatnya, warga miskin yang sakit terjebak dalam lingkaran birokrasi tanpa kepastian.

Yang membuat prihatin, tidak ada skema darurat atau jalur khusus bagi warga miskin dengan kondisi kritis. Padahal, ini bukan sekadar persoalan administrasi—ini menyangkut nyawa manusia.

Warga mendesak Bupati Mesuji untuk segera turun tangan, membuka kembali akses BPJS PBI, atau setidaknya menyiapkan solusi alternatif. “Kami minta kebijakan khusus. Jangan tunggu sampai ada korban jiwa,” tegas salah satu warga.

Kasus ini menjadi cermin bahwa sistem bantuan kesehatan gratis di Mesuji masih memiliki celah lebar. Jika dibiarkan, bukan hanya kesehatan warga yang terancam, tetapi juga kredibilitas pemerintah daerah.

[Tim007 Lampung/RI]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *