September 25, 2026

Polres Humbang Hasundutan Gandeng Tokoh Masyarakat Tolak Intoleransi

Doloksanggul, Kamis 31 Juli 2025

Polres Humbang Hasundutan menggelar kegiatan silaturahmi dan sinergi bersama para tokoh masyarakat, tokoh agama, serta tokoh adat guna meneguhkan komitmen menolak segala bentuk intoleransi antarumat beragama di wilayah Kabupaten Humbang Hasundutan.

Kegiatan yang berlangsung pada Kamis (31/07/2025) ini dipimpin langsung oleh Kapolres Humbang Hasundutan AKBP Arthur Sameaputty, S.I.K, didampingi Kasat Intelkam IPTU Jaspis Simanjuntak serta perwakilan dari Kesbangpol Pemkab Humbang Hasundutan, A. Sitorus.
Melalui forum ini, Polres menggandeng berbagai elemen lintas agama untuk menyampaikan imbauan penting tentang pentingnya menjaga kerukunan, menghormati perbedaan, dan mencegah potensi gesekan sosial yang dapat merusak tatanan kehidupan bersama.

Sejumlah tokoh yang hadir menyampaikan apresiasi terhadap langkah cepat dan preventif yang diambil oleh Kapolres, termasuk strategi-strategi konkret dalam mencegah konflik antar kelompok, suku, dan agama di tengah masyarakat.

Tokoh yang Hadir dalam Kegiatan:

1. Fery J. Sitorus – Kepala Badan Kesbangpol Kabupaten Humbahas

2. Pdt. Robinsarhot Lomban Gaol – Praeses HKBP Distrik III Humbang

3. Pdt. Jhon Albert Saragih, M.Th – Bishop GKLI

4. Pastor Etus – Pastor Paroki Doloksanggul

5. Pdt. Goodman Tampubolon – Praeses GKI Kabupaten Humbahas

6. Pdt. Marbun – Ketua PGPI Kabupaten Humbahas

7. Pdt. Hutahaean – Korwil 9 GKPI

8. Tokoh adat LADN Kabupaten Humbahas

9. Perwakilan Intelijen Kodim 0210/TU

10. Perwakilan BIN

Paparan dan Komitmen Para Tokoh:

Dalam diskusi terbuka tersebut, para tokoh lintas agama menyampaikan dukungan penuh terhadap inisiatif Polres. Mereka juga memberikan pandangan serta imbauan sebagai bentuk tanggung jawab moral kepada umat.

Praeses HKBP mengimbau seluruh pemimpin gereja untuk mengarahkan umatnya agar tidak terprovokasi oleh isu-isu intoleransi, seperti yang sempat terjadi di kawasan Padang Sarai.

Praeses HKI berharap pihak kepolisian dapat memfasilitasi komunikasi antara Pemerintah Daerah dengan komunitas masyarakat Minang di Humbahas, guna menyuarakan penolakan bersama terhadap tindakan intoleran.

Bishop GKLI menegaskan pentingnya nilai-nilai kasih dalam kehidupan masyarakat sebagai fondasi utama toleransi antarumat beragama.

Pastor Paroki Doloksanggul menyampaikan terima kasih atas inisiatif dialog ini dan menyatakan kesiapan gereja Katolik untuk terus mengimbau umat menjaga ketertiban dan perdamaian.

Tokoh adat dari LADN memberikan apresiasi terhadap langkah-langkah Polres dan mendorong sinergi yang konsisten antara TNI-Polri serta tokoh adat dalam menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban.

Perwakilan GKPI menyarankan agar kegiatan dialog seperti ini rutin dilaksanakan dalam suasana nonformal seperti “coffee morning” untuk membangun komunikasi yang lebih erat.

Kesbangpol Pemkab Humbahas menyatakan dukungan penuh atas strategi Polri dalam mengantisipasi dampak negatif dari isu-isu nasional seperti intoleransi dan persekusi.

Pernyataan Tegas Kapolres Humbahas:

Dalam arahannya, Kapolres AKBP Arthur Sameaputty, S.I.K menegaskan komitmen Polres dalam menjaga stabilitas dan harmoni sosial di tengah keberagaman agama.

> “Saya mengimbau seluruh umat beragama untuk tidak takut dalam menjalankan ibadahnya masing-masing. Saya pastikan, tidak ada ruang bagi intoleransi di wilayah Kabupaten Humbang Hasundutan. Kita semua bersaudara dalam kebhinekaan,” tegas Kapolres.

Sinergi antara Polri, Pemkab Humbahas, serta tokoh-tokoh agama dan adat menjadi langkah nyata dalam memperkuat nilai-nilai toleransi dan kebersamaan.
Melalui forum seperti ini, diharapkan kehidupan antarumat beragama di Kabupaten Humbang Hasundutan akan terus terjaga dalam suasana damai, saling menghormati, dan tetap utuh dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Frish. H. Silaban

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *