September 27, 2026

Kebakaran di Kawasan Geopark Kaldera Toba Diduga Unsur Kesengajaan, Api Belum Padam Hingga Hari Ketiga

Tapanuli Utara, Jumat 18 Juli 2025

Kebakaran hebat melanda kawasan perbukitan di sekitar Geopark Kaldera Toba, tepatnya di Desa Tapian Nauli dan Desa Aritonang, Kecamatan Muara, Kabupaten Tapanuli Utara. Api mulai terlihat sejak Rabu malam, 16 Juli 2025, dan hingga Jumat sore, 18 Juli 2025, kobaran api belum sepenuhnya berhasil dipadamkan. Asap pekat masih mengepul di sejumlah titik perbukitan yang sulit dijangkau.

Kebakaran terjadi di lereng bukit yang menjadi pemandangan utama dari destinasi wisata Hutaginjang — salah satu titik strategis dalam Geopark Kaldera Toba yang diakui UNESCO sebagai warisan geologi dunia. Insiden ini menimbulkan kekhawatiran serius akan kelestarian kawasan, mengingat pentingnya status geopark global yang melekat pada wilayah tersebut.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Tapanuli Utara mengonfirmasi bahwa pihaknya telah berupaya melakukan pemadaman sejak hari pertama kebakaran. Namun, medan yang curam dan lokasi titik api yang jauh dari akses jalan utama menjadi kendala utama dalam proses pemadaman.

Seorang tokoh masyarakat sekaligus akademisi, Dr. Efendi Simbolon, yang kebetulan melintas di wilayah tersebut pada Rabu malam sekitar pukul 20.00 WIB, turut menyaksikan langsung kobaran api di bukit Tapian Nauli. Dalam keterangannya kepada media putra bhayangkara, Dr. Simbolon menduga adanya unsur kesengajaan dalam kebakaran ini.

“Saya sempat mewawancarai warga setempat yang menyatakan bahwa sebelumnya memang terlihat aktivitas mencurigakan di sekitar area hutan yang kini terbakar. Hal ini perlu diselidiki lebih lanjut oleh pihak berwenang,” ujar Dr. Simbolon.

Menunjukkan kepeduliannya terhadap bencana tersebut, Dr. Efendi Simbolon langsung menghubungi Bupati Tapanuli Utara, Dr. Jonius Taripar Hutabarat, melalui video call. Dalam komunikasi tersebut, Dr. Simbolon menyampaikan situasi terkini dan mengimbau pemerintah daerah segera mengambil langkah strategis agar kebakaran tidak meluas dan merusak ekosistem di kawasan Geopark.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari aparat penegak hukum mengenai penyebab pasti kebakaran. Pemerintah daerah bersama kepolisian dilaporkan telah memulai penyelidikan dengan meminta keterangan sejumlah saksi di lapangan.

Masyarakat dan pemerhati lingkungan pun mendesak agar tindakan cepat dan tegas dilakukan, mengingat kawasan ini bukan hanya aset lokal, tetapi juga bagian dari warisan geologi dunia dan sumber ekowisata strategis di Danau Toba.

Reporter: Jonaer Silaban
Editor: Media Putra Bhayangkara (MPB)
Tanggal Publikasi: 18 Juli 2025

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *