Akses Warga Terputus, BPBD Humbahas Lakukan Perbaikan Cepat Jalur Batu Najagar–Bonandolok
Sijamapolang, Minggu 13 Juli 2025
Akses jalan utama yang menghubungkan Desa Batu Najagar dan Desa Bonandolok, Kecamatan Sijamapolang, Kabupaten Humbang Hasundutan sempat lumpuh total akibat longsor yang terjadi beberapa waktu lalu. Kondisi ini membuat aktivitas masyarakat terganggu, terutama para pelajar yang setiap hari melintasi jalur tersebut untuk bersekolah ke desa tetangga.
Kepala Desa Batu Najagar, Hadosan Samosir, menjadi pihak pertama yang melaporkan kondisi darurat tersebut kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Humbang Hasundutan. Laporan disampaikan secara langsung demi percepatan penanganan, mengingat pentingnya jalur tersebut sebagai akses vital bagi warga dua desa. “Kondisinya benar-benar memutus akses. Banyak anak-anak dari Batu Najagar sekolah di Bonandolok. Mereka harus berjalan memutar dan itu cukup berbahaya saat hujan,” ujar Hadosan kepada wartawan.
Penanganan cepat pun dilakukan. Plt. Kepala Pelaksana BPBD, Sabar H. Purba, menyatakan bahwa setelah menerima informasi dari perangkat desa, Bupati Humbang Hasundutan Dr. Oloan P. Nababan, S.H., M.H. langsung memberikan instruksi agar BPBD segera mengerahkan alat berat ke lokasi. “Tim kami turun pada Jumat dan Sabtu, 11–12 Juli 2025. Fokusnya adalah menormalkan kembali badan jalan agar bisa dilalui kendaraan dan pejalan kaki dengan aman,” terang Sabar H. Purba.
Kegiatan perbaikan ini juga tak lepas dari perhatian Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Humbang Hasundutan, Ny. Erma Oloan P. Nababan. Dalam kunjungannya saat kegiatan Posyandu di Desa Batu Najagar, beliau berkomitmen menyampaikan langsung kondisi lapangan kepada organisasi perangkat daerah (OPD) terkait. “Kami sangat berterima kasih atas respon beliau, karena setelah itu penanganan longsor langsung ditindaklanjuti,” kata Kades Hadosan menambahkan.
Apresiasi atas langkah cepat penanganan ini juga disampaikan oleh Camat Sijamapolang, Irianto N. Simanullang. Ia menyebut penanganan tanggap darurat seperti ini penting untuk membangun kembali kepercayaan masyarakat terhadap kinerja pemerintah daerah. “Kita akui, tanpa kolaborasi dan respon cepat dari BPBD, dampaknya bisa berkepanjangan,” ungkap Irianto.
Sementara itu, Bupati Humbang Hasundutan dalam arahannya mengimbau masyarakat agar lebih peduli terhadap kelestarian lingkungan. Ia mengingatkan pentingnya peran warga dalam menjaga ekosistem untuk mencegah terjadinya longsor di musim penghujan dan kebakaran hutan saat musim kemarau. “Penanganan darurat ini hanya solusi sementara. Pencegahan jangka panjang tetap jadi tanggung jawab bersama,” tegasnya.
Pantauan awak media Putra Bhayangkara pada Minggu, 13 Juli 2025, menunjukkan bahwa perbaikan telah selesai dilakukan dan akses jalan sudah dapat kembali dilalui oleh masyarakat. Alat berat telah membersihkan material longsor, dan jalur penghubung dua desa kini kembali fungsional, memungkinkan aktivitas warga kembali berjalan normal.
Reporter: Frish. H. Silaban
Editor: Media Putra Bhayangkara (MPB)
Tanggal Publikasi: 13 Juli 2025
