September 26, 2026

Taput Tawarkan Keunikan Geologi Hutagunjang: Menparekraf Dukung Revalidasi Unesco Geopark Kaldera Toba

Muara, Tapanuli Utara, Selasa 08 Juli 2025

Dalam rangkaian kunjungan kerja ke kawasan Danau Toba, Menteri Pariwisata Republik Indonesia, Dr. Widya Putri Wardhana, mengunjungi langsung Geosite Hutaginjang di Kecamatan Muara, Kabupaten Tapanuli Utara, Selasa (8/7/2025). Kunjungan ini menjadi bagian penting dalam misi nasional untuk revalidasi status UNESCO Global Geopark Kaldera Toba, yang saat ini masih berstatus yellow card.

Menteri Pariwisata hadir bersama Deputi Pengembangan Destinasi dan Infrastruktur Kemenparekraf, Hariyanto, dan disambut langsung oleh Bupati Tapanuli Utara Dr. Jonius Taripar Parsaoran Hutabarat, S.Si, M.Si, Wakil Bupati Dr. Deni Parlindungan Lumbantoruan, M.Eng, serta jajaran pimpinan OPD Pemkab Taput.

Dalam sambutannya, Bupati Jonius menyampaikan bahwa Geosite Hutaginjang memiliki keunikan geologi khas, yakni keberadaan batu pasir mengkilap yang dipercaya sebagai cikal bakal butiran pertama di bumi. Potensi inilah yang menjadikan Hutaginjang tidak hanya indah secara visual, tetapi juga memiliki nilai edukatif dan ilmiah tinggi, selaras dengan pilar geopark global UNESCO: konservasi, edukasi, dan pembangunan berkelanjutan.

> “Geosite ini menyimpan kisah geologi purba yang menjadi nilai tambah dalam jaringan Geopark Kaldera Toba. Ini kekuatan Taput untuk memperkuat posisi Indonesia dalam geopark dunia,” ujar Bupati Jonius.

Menteri Pariwisata tampak terpukau oleh panorama spektakuler Danau Toba dari ketinggian Geosite Hutaginjang. Ia juga menyampaikan apresiasi atas peran serta masyarakat lokal dalam mendukung pengembangan kawasan, termasuk melalui produk UMKM.

Dalam kunjungannya, Menteri Widya Putri Wardhana menyempatkan diri mengunjungi sejumlah stan UMKM dan membeli langsung Ulos Harungguan, produk unggulan khas masyarakat Taput. Hal ini mempertegas bahwa geopark bukan hanya soal keindahan alam, tapi juga sarana pemberdayaan ekonomi lokal berbasis budaya.

> “Status geopark bukan semata perlindungan alam, tetapi peluang untuk membuka ruang pembelajaran, inovasi lokal, dan pengembangan ekonomi masyarakat tanpa mengorbankan nilai budaya maupun lingkungan,” kata Menteri.

Kunjungan ini diharapkan menjadi momentum strategis untuk mendorong percepatan penyusunan dokumen revalidasi UNESCO, sekaligus memperkuat posisi Taput sebagai pusat geoedukasi dan geowisata di kawasan Danau Toba.

Dengan dukungan penuh pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten/kota se-kawasan Danau Toba, diharapkan status green card dapat segera diraih kembali, dan Geopark Kaldera Toba semakin dikenal dunia sebagai warisan bumi yang menyatukan alam, budaya, dan pengetahuan.

Reporter: Frish. H. Silaban
Editor: Media Putra Bhayangkara (MPB)
Tanggal Publikasi: 8 Juli 2025

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *