September 26, 2026

Panen Raya di Purbatua, Bupati Taput Dorong Tiga Kali Tanam dan Pemanfaatan Lahan Tidur

 

Tapanuli Utara — Selasa 10 Juni 2025

Dalam upaya mendukung Asta Cita Presiden RI menuju Indonesia Emas 2045, Bupati Tapanuli Utara Dr. Jonius Taripar Parsaoran Hutabarat bersama Wakil Bupati Dr. Deni Parlindungan Lumbantoruan memimpin Panen Raya Padi Sawah di Desa Parsaoran Janji Angkola, Kecamatan Purbatua, Selasa (10/6/2025).

Kegiatan panen raya ini menjadi langkah konkret pemerintah daerah dalam memperkuat ketahanan pangan dan optimalisasi lahan pertanian. Kecamatan Purbatua sendiri disebut sebagai salah satu daerah penghasil padi potensial di Tapanuli Utara.

Turut hadir dalam acara tersebut Kapolres Tapanuli Utara AKBP Ernis Sitinjak, Dandim 0210/TU Letkol Kav. Ronald Tampubolon, perwakilan Kejari Taput, BPS Taput, Asisten II Perekonomian dan Pembangunan Marihot Simanjuntak, Kadis Pertanian SEY Pasaribu, para pimpinan OPD, camat, forkopimca, kepala desa, kelompok tani, dan masyarakat setempat.

Kepala BPS Tapanuli Utara memperkirakan hasil panen saat ini mencapai 7,8 ton gabah kering per hektare. Sementara itu, Kadis Pertanian SEY Pasaribu melaporkan bahwa luas lahan padi sawah di Taput sudah mencapai lebih dari 1.000 hektare, dengan indeks pertanaman (IP) dua kali setahun, dan luas panen raya kali ini mencakup 50 hektare.

> “Kita sedang upayakan peningkatan menjadi tiga kali tanam. Namun masih ada kendala seperti keterbatasan benih unggul, sistem irigasi, minimnya mekanisasi pertanian, dan belum adanya penggilingan padi skala besar,” jelas SEY Pasaribu.

Bupati Taput dalam arahannya menegaskan pentingnya program ketahanan pangan yang sinergis dari pusat hingga ke tingkat desa. Selain padi, komoditas prioritas lainnya yang sedang dikembangkan adalah jagung, kopi, durian, dan kemenyan.

> “Pemerintah sedang mendorong pembibitan kemenyan dan membeli bibit dari masyarakat untuk disebarkan secara gratis. Kita juga upayakan pembangunan pabrik pengolahan agar hasil panen meningkat nilainya,” ujar Bupati.

Ia juga memerintahkan perangkat daerah untuk segera memetakan kebutuhan irigasi guna diajukan ke pemerintah pusat. Dukungan terhadap mekanisasi pertanian dinilai kunci untuk meningkatkan produktivitas hingga tiga kali tanam dalam setahun.

Bupati juga menekankan pentingnya kehadiran dan peran aktif penyuluh pertanian lapangan (PPL) serta penggunaan anggaran ketahanan pangan desa secara tepat dan akuntabel.

> “Para kepala desa harus menggunakan anggaran secara benar dan didampingi agar tidak menyalahi aturan. Kami terbuka pada masukan dan siap mendukung penuh program ketahanan pangan hingga ke desa,” tegasnya.

Senada dengan itu, perwakilan Kejaksaan Negeri Taput mengingatkan agar setiap program yang dibiayai negara dijalankan sesuai ketentuan hukum dan menghindari penyimpangan.

Dalam dialog bersama masyarakat, tokoh masyarakat Rio Panggabean menyampaikan harapan agar pemerintah membangun irigasi dan akses jalan menuju lahan pertanian di wilayah pegunungan.

> “Masih ada sekitar 1.000 hektare lahan tidur atau yang sudah beralih fungsi dari pertanian padi. Harapannya, lahan ini dapat diaktifkan kembali dalam waktu dekat,” ungkap Rio.

Setelah prosesi panen, Bupati bersama Forkopimda dan warga melaksanakan makan bersama di tengah sawah sebagai simbol kebersamaan dan rasa syukur atas hasil panen yang melimpah.

Kunjungan kerja Bupati dan Forkopimda di Kecamatan Purbatua juga diawali dengan peninjauan ke lokasi Balai Benih Ikan (BBI) Purbatua, sebagai bentuk dukungan terhadap sektor pertanian dan perikanan terpadu di daerah tersebut.

Reporter: Frish. H. Silaban
Media: Putra Bhayangkara
Publikasi: 10 Juni 2025

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *