September 25, 2026

Aliansi PETA Tanjabtim Gruduk Kantor Petrochina, Ketua Aliansi PETA Sentil DPRD dan Berharap Berpihak Kepada Rakyat Kecil

Tanjabtim, (putrabhayangkara.id) – Kamis, (30/01/2025). Aliansi Pejuang Tangguh Rakyat Tanjung Jabung Timur (PETA) berunjuk rasa di depan Kantor Petrochina Jabung L.td, Kecamatan Geragai Kabupaten Tanjabtimur Provinsi Jambi. Dalam aksi demo tersebut, Edi Syariffudin dan kawan-kawan Mengajukan 6 pokok tuntutan Kepada Petrochina Jabung L.td.

Para pendemo meminta Kepada pihak Petrocaina Jabung L.td Agar bisa Memberikan Penjelasan sesuai Regulasi yang diatur Oleh Undang-undang Republik Indonesia, Tentang Tanggung Jawab Perusahan yang bergerak di Bidang Tambang ESDM, tuntutan mereka yang berkaitan dengan Tanggung Jawab Perusahan Tambang yang Bergerak di Bidang Minyak dan Gas Bumi. Berikut poin-poin yang disampaikan para pendemo:
1, Meminta pihak Petrochina Jabung L.td mengevaluasi Tenaga Kerja, di utamakannya Putra-putri Lokal atau Pribumi.

2, Meminta Petrochina Jabung L.td untuk Menditribusi kan Tangung Jawab Sosial dan Lingkungan Perusahan 6 Persen Berdasarkan Peraturan Daerah Nomor 13 Tahun 2013 dengan Teransparan .

3, Meminta Petrochina Jabung L.td Agar Siap Berkontribusi dalam Menciptakan Tenaga Ahli Lokal di Bidang Pengelolahan Minyak dan Gas.

4, Meminta Petrochina Jabung L.td, agar bisa Melestarikan Lingkungan Hidup akibat Tambang Minyak dan Gas.

5, Mendesak Petrochina Jabung L.td Untuk Mengkaji Ulang Instalasi Pemasangan Pipanisasi minyak dan Gas Alam baik itu di Udara, Laut, Rawa, Danau, dan juga sungai yang Berada di Kabupaten Tanjabtimur sesuai Permen ESDM nomor 32 Tahun 2021.

6. Mendesak Petrochina Jabung L.td untuk menkaji Ulang pemasangan Pipa Minyak dan Gas Bumi yang Berada di Atas Permukaan Tanah atau udara sesuai dengan Peraturan Pemerintah.

Nyaris terjadi gesekan para pendemo dengan aparat kepolisian, disaat para pendemo akan membakar ban bekas depan kantor petrochina, karena para pendemo menuntut perwakilan petrochina untuk menemui mereka dilokasi aksi, dengan diskusi yang alot antara pendemo dengan Kabag Ops dan Kapolsek Geragai, akhirnya perwakilan petrochina menemui masa yang berunjuk rasa. Dikerumunan masa, Syaipul dari perwakilan petrochina mengajak para pendemo berdialog dan menampung aspirasi serta tuntutan para pendemo ini ke Gedung DPRD Tanjabtim.

Menyoal terkait pernyataan Syaiful dari perwakilan peteochina, soal harus berdialog di DPRD Tanjabtim, Edi Saripudin., SE selaku Aliansi PETA Rakyat Tanjabtim saat dikomfirmasi mengatakan, berharap Pihak Dewan Perwakilan Rakyat Tanjabtim berpihak kepada masyarakat.

” Kita masih berharap Dewan Perwakilan Rakyat masih berpihak kepada masyarakat kecil bukan berpihak kepada Oligarki, Jika ada indikasi seperti itu, tentu akan terjadi menurunnya kepercayaan masyarakat kepada mereka. Yang jelas hari ini kita melakukan aksi berangkat dari keprihatinan terhadap masyarakat Tanjung Jabung Timur, terutama kepada masyarakat yang berdampingan langsung dengan aktivitas ekploitasi Sumber Daya Minyak dan Gas Bumi, Kekayaan bumi kita dieksploitasi, namun sumber daya manusia kita juga dipergunakan hanya untuk kepentingan sekelompok oligarki. Belum lagi pipa instalasi minyak dan gas bumi dari aktivitas PetroChina Ujung Jabung Ltd menganggu lalulintas manusia dan kendaraan. Dan kita melihat sepertinya ada yang ditutup-tutupi dari PetroChina Ujung Jabung Ltd, membuat fakta integritas untuk kepentingan masyarakat, namun mereka sama sekali tidak Berani menandatangani dengan beragam alasan, mereka ambil kekayaan bumi Tanjab Timur tetapi kontribusi terhadap Masyarakat sangat minim, bahkan kalau kita umpamakan mereka meraja di Negeri raja.” Ucapnya.

Disinggung soal kapan dijadwalkan dialog di DPRD, Edi menyebutkan.

” Untuk jadwal dialog kita atur berdasar kesepakatan Bersama kawan-kawan sekaligus sambil menunggu Catan atau pesan dari masyarakat.” Pungkasnya. (Jhon.T)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *