Pemkab Taput Tinjau Kesiapan Napak Tilas Paskah Nasional 2025 di Salib Kasih: Komitmen pada Wisata Rohani dan Ekowisata Berkelanjutan
Tapanuli Utara, Jumat 11 April 2025.
Menjelang perayaan Napak Tilas Paskah Nasional Tahun 2025, Bupati Tapanuli Utara Dr. Jonius Taripar Parsaoran Hutabarat, S.Si., M.Si., bersama Wakil Bupati Dr. Deni Lumbantoruan, M.Eng., melaksanakan kunjungan kerja ke kawasan wisata rohani Salib Kasih, Kecamatan Siatasbarita.
Dalam peninjauan ini, Bupati dan Wakil Bupati didampingi oleh Asisten Pemerintahan, beberapa pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, serta Camat Siatasbarita. Kunjungan tersebut bertujuan untuk memastikan kesiapan lokasi menjelang digelarnya Napak Tilas Paskah Nasional yang dijadwalkan berlangsung pada 25 April 2025.
Salib Kasih sebagai Destinasi Strategis Wisata Rohani
Salib Kasih, sebagai ikon wisata religius dan rohani di Tapanuli Utara, dipilih sebagai lokasi utama kegiatan Napak Tilas Paskah Nasional. Selain sebagai tempat bernilai sejarah keagamaan—yang memperingati pengabdian misionaris DR. Ingwer Ludwig Nommensen—kawasan ini juga dikenal karena keindahan alam dan panorama yang memikat.
Dalam arahannya, Bupati JTP Hutabarat menekankan perlunya pendekatan kreatif dan inovatif dalam pengembangan pariwisata. Ia menginstruksikan kepada Dinas Pariwisata dan jajaran terkait agar tidak hanya bergantung pada nilai historis dan keindahan alam semata, melainkan juga harus mampu menghadirkan event-event yang berkelanjutan dan menarik minat wisatawan.
Dorongan untuk Inovasi dan Kolaborasi Multi-Sektor
“Saya meminta agar Salib Kasih tidak hanya dijadikan sebagai simbol keagamaan, tetapi juga sebagai pusat kegiatan budaya dan rohani yang hidup. Ciptakan event-event berkualitas yang dapat memperkaya pengalaman pengunjung dan mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat lokal,” ujar Bupati dalam pertemuan bersama stakeholder di lokasi.
Wakil Bupati Deni Lumbantoruan menambahkan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam menyukseskan perayaan berskala nasional ini. Ia mengajak semua unsur masyarakat, mulai dari pelaku pariwisata, UMKM, hingga tokoh agama, untuk terlibat aktif demi menyambut tamu dari berbagai wilayah Indonesia.
Tinjauan Lapangan dan Dialog dengan Pihak Terkait
Setelah menyampaikan arahan, Bupati dan Wakil Bupati langsung meninjau beberapa titik strategis di sekitar kawasan Salib Kasih. Mereka berdialog dengan panitia lokal dan pihak teknis untuk mengevaluasi kesiapan sarana-prasarana, aksesibilitas, serta kebersihan dan keamanan lingkungan.
Kunjungan ini juga menjadi momentum bagi Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara untuk menunjukkan keseriusan dalam mendorong pariwisata berkelanjutan berbasis nilai-nilai budaya dan spiritualitas. Pemerintah menekankan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan, menghormati nilai-nilai kearifan lokal, serta menjadikan kegiatan religius seperti Paskah sebagai bagian dari strategi pemulihan ekonomi pascapandemi.
Kesimpulan: Pariwisata Sebagai Pilar Pembangunan Taput
Melalui peninjauan ini, Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara menunjukkan komitmen terhadap pengembangan pariwisata berbasis spiritualitas dan kearifan lokal. Perayaan Napak Tilas Paskah Nasional bukan hanya menjadi simbol keagamaan, melainkan juga peluang strategis untuk memperkuat identitas daerah sebagai pusat wisata rohani nasional dan destinasi ekowisata unggulan di Sumatera Utara.
Diterbitkan Oleh Media Putra Bhayangkara 11 April 2025. Frish. H. Silaban
